Article

Hubungan Perilaku Pekerja Seks Komersial Dengan Kejadian Penyakit Sifilis Dan HIV Di Lokalisasi Perbatasan Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2008

Source: OAI

ABSTRACT Tri Buana Tungga Dewi (067010021) Hubungan Perilaku Pekerja Seks Komersial dengan Kejadian Penyakit Sifilis dan HIV di Lokalisasi Perbatasan Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2008. Peningkatan insidens PMS diberbagai negara di seluruh dunia mengalami peningkatan yang cukup cepat, hal ini di pengaruhi oleh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan demografik, fasilitas kesehatan yang tersedia kurang memadai, pendidikan kesehatan dan pendidikan seksual kurang tersebar luas, kontrol PMS belum dapat berjalan baik serta adanya perubahan sikap dan perilaku. PSK merupakan kelompok masyarakat berisiko tinggi terhadap penularan penyakit sifilis dan HIV/AIDS dan penyakit ini sangat diberhubungan dengan perilaku PSK. Salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) adalah menurunkan angka prevalensi penyakit menular seksual khususnya penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara faktor predisposing, enabling dan reinforsing terhadap ranah perilaku PKS dan hubungan perilaku PSK tersebut terhadap kejadian penyakit sifilis dan HIV di Lokalisasi Perbatasan Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2008. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan tipe cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara langsung kepada PSK dengan berpedoman pada kuesioner dan hasil spesimen pemeriksaan darah. Populasi adalah seluruh PSK yang ada di lokalisasi perbatasaan antara Kabupaten Rokan Hilir dengan Propinsi Sumatra Utara. Berdasarkan hasil penelitian faktor Predisposing, Enabling dan Reinforcing yang berhubungan dengan ranah pengetahuan adalah masa kerja (p=0,027); ranah sikap adalah masa kerja (p=0,377), penghasilan (p=0,002), pendidikan (p=0,000), dan ketersediaan pelayanan kesehatan (p=0,000) dan sumber informasi (p=0,029); sedangkan ranah tindakan adalah tingkat penghasilan (p=0,031), sumber informasi (p=0,002), dan ketersediaan pelayanan kesehatan (p=0,000). Dan Ranah perilaku yang berhubungan kejadiaan sifilis dan HIV adalah tindakan (p=0,018). Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir khususnya Dinas Kesehatan dan KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) agar dapat mengambil kebijakan dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan penyakit menular seksual khususnya penyakit sifilis dan HIV. Dukungan untuk pengentasan prostitusi diperlukan dari berbagai lapisan masyarakat seperti LSM, ahli hukum, Kepolisian, Departemen Kesehatan, Dinas Pendidikan dan media massa. Dinas Kesehatan Rokan Hilir perlu kiranya lebih proaktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada PSK baik pelayanan medis maupun non medis seperti bahan bacaan, konseling dan penyuluhan serta pendampingan pada PSK. 067010021

0 Bookmarks
 · 
200 Views