Article

Pelaksanaan Eksekusi Sita Jaminan Dalam Proses Peradilan Menurut RBG

Source: OAI

ABSTRACT Pelaksaaan eksekusi sita jaminan didalam praktek peradilan merupakan bagian dari pelaksanaan putusan atau eksekusi yang sangat penting dilaksanakan guna merealisasikan isi putusan dan tentunya memberikan rincian tentang apa-apa saja yang menjadi hak dan apa-apa saja yang merupakan kewajiban para pihak. Pelaksanaan eksekusi sita jaminan ini dibagi menjadi beberapa tahap seperti adanya permohonan sita jaminan terlebih dahulu kepada hakim majelis dan diakhiri dengan penjualan lelang (lelang eksekusi) atau melalui lembaga paksa badan. Dalam skripsi ini hal-hal yang akan dibahas adalah hal-hal yang sudah baku ataupun sudah menjadi kebiasaan di dalam praktek peradilan. Sebenarnya pelaksanaan eksekusi sita jaminan secara tidak langsung sudah dimulai dengan adanya permohonan peletakan sita jaminan (consevatoir beslag) terhadap harta tergugat. Dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap, maka terhadap permohonan sita jaminan tadi yang dikabulkan oleh hakim, maka demi hukum sita jaminan akan otomatis berubah menjadi sita eksekusi yang yang bernilai eksekutorial. Adanya nilai eksekutorial inilah yang akan dijadikan salah satu acuan pelaksanaan eksekusi sita jaminan. Setelah sita jaminan bernilai eksekutorial maka eksekusi sita jaminan dapat dilakukan tentunya dengan diawali dengan adanya permohonan sita dan dilaksanakan berdasarkan perintah Ketua Pengadilan Negeri (PN). Pada akhirnya eksekusi ini akan diakhiri dengan penjualan lelang baik melalui penitera atau kantor lelang. Namun tidak tertutup penggunaan lembaga paksa badan bila debitur tidak beriktikad baik sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2000. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yang bersifat normatif . Langkah pertama yang dilakukan penelitian hukum secara normatif yang didasarkan pada bahan hukum skunder yaitu inventarisasi peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pemakaian instrumet hukum pelaksanaan eksekusi sita jaminan dalam proses peradilan menurut Rbg. Selain itu dipergunakan juga bahan-bahan tulisan yang berkaitan dengan persoalan ini. Penelitian bertujuan menemukan landasan hukum yang jelas dalam meletakan persoalan ini dalam prespektif hukum acara perdata pada khususnya yang terkait dengan pelaksanaan eksekusi sita jaminan dalam proses peradilan menurut Rbg. Untuk memperoleh suatu kebenaran ilmiah dalam penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan (library research), yaitu mempelajari dan menganalisa secara sistematis buku-buku, majalah-majalah, surat kabar, internet, peraturan perundang-undangan, dan bahan-bahan lain yang berhubungan dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini. Jadi secara keseluruhan penulisan skripsi ini menerangkan tentang pelaksanan eksekusi sita jaminan dalam proses peradilan menurut Rbg serta permasalahan yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan eksekusi sita jaminan, serta bagaimana cara mengajukan perlawanan terhadap pelaksanaan sita jaminan tersebut. Selain itu agar pembahasan lebih lengkap, maka penulis cantumkan juga mengenai bagaimana keadaan pelaksanaan eksekusi sita jaminan itu berakhir agar para pihak mengetahui tentang keadaan yang benar-benar mencerminkan berakhirnya pelaksanaan eksekusi sita jaminan. 060200170

2 Bookmarks
 · 
1,067 Views