Article

Proses Morfemis Prefiks Hi, Fu, Mu, Dan Mi Dan Juga Pemaknaannya Dalam Bahasa Jepang

Source: OAI

ABSTRACT Di dalam bahasa Jepang terdapat banyak kata atau kanji yang memiliki bunyi ucapan yang sama namun memiliki makna yang berbeda. Namun ada juga yang memiliki ucapan yang berbeda namun memilki makna yang berbeda. Untuk hal yang dimaksudkan ini pun ternyata ada juga kanji yang tergolong ke dalam jenis prefiks ataupun awalan dalam bahasa Jepang yang memiliki bentuk dan ucapan yang berbeda namun memiliki makna yang hampir sama. Dalam tulisan ini hal yang dimaksud adalah prefiks hi, fu, mu dan mi. Keempat prefiks ini ternyata memiliki makna yang sedikit berbeda dan juga pemakaian yang sedikit berbeda. Dalam pembahasan mengenai keempat prefiks ini maka perlu disampaikan terlebih dahulu bahwa prefiks biasa disebut dengan awalan. Pembahasan mengenai awalan ataupun prefiks ini merupakan salah satu sub bab pembahasan linguistic dari sudut internal bahasa itu, yakni dari sudut morfologi. Morfologi sering diutarakan merupakan ilmu bahasa yang mempelajari tentang kata dan proses pembentukannya. Di dalam proses pembentukan kata ini salah satunya memegang peranan penting adalah afiks atau imbuhan. Prefiks merupakan salah satu jenis dari afiks atau imbuhan. Adapun jenis imbuhan yang lain adalah sufiks (akhiran) dan Infiks (sisipan). Prefiks atau yang disebut juga dengan awalan merupakan afiks yang diletakkan di depan sebuah kata dasar. Sufiks (akhiran) merupakan afiks yang diletakkan setelah atau di akhir kata dasar. Kemudian infiks merupakan imbuhan yang sisipkan ditengah-tengah kata dasar. Pada pemakaian prefiks hi, fu, mu dan mi. Diketahui bahwa pada proses pembentukan katanya setelah diikuti oleh keempat prefiks (awalan) ini ada yang mengalami perubahan kelas kata dan ada kata dasar yang setelah diikuti oleh keempat awalan ini yang tidak mengalami perubahan kelas kata. Dalam kasus ini kata dasar yang mengikutinya biasanya berupa kata sifat, karena keempat prefiks cenderung lebih banyak membentuk sebuah kata dasar yang mengikutinya menjadi kata sifat. Dalam hal kata dasar yang mengikutinya tidak ada aturan tertentu yang menyatakan prefiks ini harus diikuti oleh bunyi tertentu atau jenis kata tertentu. Hal ini bisa dilihat bahwa keempat prefiks ini dapat diikuti oleh bunyi yang sama seperti pada kata hiseisan, fusoku, mushin, dan miseinen dari keempat contoh tersebut dapat dilihat bahwa keempat prefiks tersebut diikuti oleh bunyi awal yang sama dari sebuah kata dasar. Dalam hal pemaknaannya keempat prefiks ini menyatakan penidakan ataupun sifat negatif, adapun perbedaannya adalah bahwa prefiks hi lebih bersifat kepada penidakan pada apa yang tertera pada bentuk dasarnya dan lebih bersifat netral. Untuk prefiks fu lebih menekankan kepada hal-hal yang dianggap memberikan nilai yang kurang baik dirasakan. Untuk prefiks mu karena lebih banyak diikuti oleh kata benda maka maknanya lebih kepada ketidakadaan wujud dari apa yang tersebut pada bentuk dasarnya. Dan untuk prefiks mi menekankkan makna pada sesuatu atau keadaan yang belum terjadi. Pemakaian dari keempat prefiks ini cukup sering ditemukan dalam percakapan, artikel, ataupun pembelajaran bahasa Jepang sendiri. Diharapkan melalu tulisan ini para pengguna bahasa Jepang mendapat pengetahuan yang berarti guna mempertinggi kualitas kemampuan berbahasa Jepang mereka. 040708034

2 Bookmarks
 · 
501 Views