Article

Hubungan Perilaku Dan Higiene Siswa SD Negeri 030375 Dengan Infeksi Kecacingan Di Desa Juma Teguh Kabupaten Dairi Tahun 2008

Source: OAI

ABSTRACT Penyakit kecacingan adalah penyakit yang disebabkan masuknya parasit (berupa cacing) ke dalam tubuh manusia. Jenis cacing yang sering menginfeksi manusia adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, Ancylostoma duodenale. Mekanisme infeksi kecacingan adalah melalui tanah yang dicemari tinja. Kasus atau prevalensi kecacingan ini masih tinggi di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian survai bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan perilaku dan higiene siswa SD Negeri 030375 dengan infeksi kecacingan di Desa Juma Teguh Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi Tahun 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III, IV dan V yang berjumlah 74 orang yang juga dijadikan sampel (total sampling), data yang digunakan adalah data primer dari hasil pemeriksaan laboratorium UPT Puskesmas Buntu Raja Kabupaten Dairi dan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 74 responden siswa SD Negeri 030375 di Desa Juma Teguh Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi diketahui bahwa pada umumnya terinfeksi cacing (74,3 %) dengan jenis cacing yang menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides (61,8 %). Selanjutnya pengetahuan responden terhadap infeksi kecacingan berada pada kategori baik (66,2%), sikap responden berada pada kategori buruk (63,5%), sedangkan tindakan responden terhadap infeksi kecacingan berada pada kategori buruk (70,3%). Untuk kebersihan kuku responden pada umumnya kotor (64,9%), kebersihan diri responden berada pada kategori kotor (51,4%) sedangkan frekuensi mandi responden pada umumnya tidak melaksanakan mandi minimal 2 kali sehari (68,9%) Analisis statistik dengan uji Chi Square terhadap hubungan Perilaku responden (pengetahuan, sikap, tindakan) dengan infeksi kecacingan menunjukkan p<0,05 ini berarti ada hubungan yang signifikan antara perilaku responden dengan infeksi kecacingan. Hubungan Higiene perorangan responden (kebersihan kuku, kebersihan diri dan frekuensi mandi) dengan infeksi kecacingan melalui analisis statistik uji Chi Square menunjukkan p<0,05 ini berarti ada hubungan yang signifikan antara higiene perorangan dengan infeksi kecacingan. Meningkatkan praktek kebersihan diri (personal hygiene) merupakan upaya strategis untuk mencegah terinfeksi oleh parasit cacing. Pemberian obat cacing kepada siswa 6 (enam) bulan sekali diperlukan karena mengingat sanitasi lingkungan yang jelek. Diharapkan kerjasama antara pihak sekolah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi perlu diintensifkan dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan. 051000539

1 Bookmark
 · 
212 Views