Article

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Masyarakat Di Sumatera Utara

Source: OAI

ABSTRACT The level of life or prosperity of society is generally reflected in their level and pattern of consumption covering elements of food, clothes, housing, education, and health. These five elements on mostly population is still less to fulfil either quantitatively or qualitatively in a purpose to maintain the life standard properly, it’s because how complex the dimention of social life that uneasy to measure from all side. The high and sthe low of expenses to individual consumption or household/society refers to the factor that defined the economic increase and the growth in one region. Economics theory stated that even level and pattern of consumption has a close related to the amount of income, that someone’s consumption is parallel with income, the bigger the income, so the bigger the pattern of expenditure for consumption. However the level income is not the only factor which could influence it. It could be influenced by price of goods (based on inflation rate), saving, number of family membership, age, taste, and so on. This research try to analyze how influence of individual income, inflation rate and population to consumption of society in North Sumatera. For the purpose of analysis, this research used data of time series of year 1988-2008. The method analysis used is Ordinary Least Square (OLS) . The result shows that coefficient determination (R²) equal to 0,88, it means that variable independent (individual income, inflation rate and population) are able to give explanation to variabel dependent (consumption) amount of 88%, meanwhile the residual 12% explained by other variabels which not included in the estimation model. F-hitung > F-tabel (45.48460 > 5.19)., it means that individual income, inflation rate and are overall influence significantly on consumption of society in North Sumatera at 99% level. Tingkat hidup atau kemakmuran suatu masyarakat pada umumnya tercermin dari tingkat dan pola konsumsinya yang dapat dilihat dari unsur-unsur seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kelima unsur ini bagi kebanyakan masyarakat masih kurang terpenuhi baik secara kuantitatif maupun kualitatif dalam tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan secara wajar, hal ini diakibatkan karena begitu kompleksnya dimensi kehidupan sosial yang tidak mudah diukur dari semua sisi. Tinggi atau rendahnya biaya konsumsi seseorang atau rumah tangga/masyarakat adalah faktor yang dianggap dapat mempengaruhi peningkatan dan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Teori ekonomi menyatakan bahwa baik tingkat atau pola konsumsi erat kaitannya dengan pendapatan, dimana konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatannya, semakin besar pendapatan maka semakin besar pula pola pengeluaran konsumsinya. Namun, bukan faktor pendapatan saja yang dapat mempengaruhi konsumsi. Ini dapat juga dipengaruhi oleh harga (berdasarkan tingkat inflasi), tabungan, jumlah anggota keluarga, selera, umur, dan lain sebagainya. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis bagaimana pengaruh Pendapatan perkapita, tingkat inflasi, dan jumlah penduduk terhadap konsumsi masyarakat di Sumatera Utara. Untuk tujuan analisis , penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1988-2008. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien determinasinya (R²) adalah sama dengan 0.88 yang berarti bahwa variabel independen (Pendapatan perkapita, tingkat inflasi, dan jumlah penduduk) dapat memberi penjelasan terhadap variabel dependen (konsumsi) sebesar 88%, sedangkan sisanya12% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model estimasi. F-hitung > F-tabel (45.48460 > 5.19). yang berarti bahwa Pendapatan perkapita, tingkat inflasi dan jumlah penduduk secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap konsumsi masyarakat di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan sebesar 99%. 060501077

4 Bookmarks
 · 
1,334 Views