Article

Pembuatan Dan Karakterisasi Beton Ringan Dengan Memanfaatkan Batu Apung

Source: OAI

ABSTRACT This research is done by aim usage and tapioca flour in making of light stone. Composition variation of pumice against send is 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%, while variation of tapioca flour against cement is 0%, 2%, 4%, 6%, 8% and 10% and ageing time is 28 days. The parameter test are compressive strength, impact strength, hardness, water absorption and density Process of making sample is made by press hard method is 1,47 x 10-3 N/m2. The obtained data indicates that the light stone with the best composition variation is 10% the pumice of sand mass. At those composition has the following material characteristic : compressive strength 11,70 x 106 Pa, impact strength 1,6 x 104 J/m2, hardness 8,92 x 104 N/m2, water absorption 9,3%, and density 1,78 x 103 kg/m3. While light stone with the best composition variation by using the mixture of tapioca flour is 2% of cement mass Penelitian ini dilakukan dengan tujuan pemanfaatan batu apung dan tepung tapioka dalam pembuatan beton ringan. Variasi komposisi batu apung terhadap pasir adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%, sedangkan variasi tepung tapioka terhadap semen adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% dan waktu pengerasan 28 hari. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kuat tekan, impak, kekerasan, penyerapan air dan densitas. Proses pencetakan sampel dilakukan dengan cara cetak tekan sebesar 1,47 x 10-3 N/m2. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa beton ringan dengan variasi komposisi terbaik adalah 10% batu apung. Pada komposisi tersebut, sampel yang dihasilkan memiliki karakteristik : kuat tekan 11,70 x 106 Pa, impak 1,6 x 104 J/m2, kekerasan 8,92 x 104 N/m2, penyerapan air 9,3%, dan densitas 1,78 x 103 kg/m3. Sedangkan beton ringan dengan variasi komposisi terbaik dengan menggunakan campuran tepung tapioka adalah 2% dari massa semen 050801014

1 0
 · 
6 Bookmarks
 · 
627 Views