Article

Twin-to-Twin Transfusion Syndrome

Source: OAI

ABSTRACT mkn-des2005- (8) Twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), umumnya terjadi pada kehamilan kembar monochorion (MC), dimana terjadi donasi darah secara terus menerus dari satu janin ke janin yang lainnya (satu janin bertindak sebagai donor sedangkan janin yang lainnya bertindak sebagai resipien).Kehamilan kembar monokhorion sangat beresiko untuk mendapat berbagai jenis komplikasi, diantaranya: TTTS, pertumbuhan janin terhambat, kematian janin dan persalinan prematur. Mayoritas dari beberapa komplikasi tersebut berkaitan dengan tidak adekwatnya plasenta. Tanpa penanganan, TTTS hampir selalu berakhir dengan persalinan yang sangat prematur. Bila dilakukan terapi, kematian fetal/neonatal berkisar antara 40% hingga 60%.TTTS dikenal juga dengan beberapa nama yaitu: stuck-twin syndrome, twin oligohydramnios-polyhydramnios sequence, fetofetal transfusion dan chorioangiopagous twins. Twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), which occurs almost exclusively in a monochorionic twin gestation, involves the slow and continuous donation of blood from one fetus into the other.All monochorionic twins are at high risk for many types of complications, including TTTS, fetal growth restriction, fetal death, and very premature delivery. Many of these complications are related to placental inadequacy. Without treatment, TTTS almost always results in extremely premature delivery. Even with treatment, fetal/neonatal mortality averages 40% to 60%. Despite enthusiasm for various therapies, the odds of saving these fetuses are low.TTTS is also known as twintwin transfusion syndrome, stuck-twin syndrome, twin oligohydramnios-polyhydramnios sequence, fetofetal transfusion, and chorioangiopagous twins, among other names.

1 Bookmark
 · 
315 Views