Article

Ekosistem Dan Pelestarian Kawasan Danau Toba Dengan Budidaya Kopi

Source: OAI

ABSTRACT kpt-des2005- (1) Ekosistem merupakan komunitas dari lingkungan fisik yang dapat diterapkan pada kesatuan lokal kecil maupun besar. Ekosistem kawasan Danau Toba terletak di pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara, berada di 7 kabupaten yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Simalungun, Karo, dan Kabupaten Dairi. Secara geografis Ekosistem Kawasan Danau Toba terletak antara koordinat 2o10’ LU dan 98o20”BT-99o50”BT (Badan Koordinasi Pelestarian Ekosistem Kawasan Danau Toba, 2004). Jumlah penduduk mencapai 656 872 jiwa pada areal 5.814.39 kilometer persegi. Luas daerah tangkapan air Danau Toba lebih kurang 369.854 Ha yang terdiri dari 190 314 Ha daratan di Pulau Sumatera (keliling luar danau), 69.280 Ha daratan Pulau Samosir (di tengah danau) dan 110.260 Ha berupa Danau Toba-nya sendiri (luas permukaan). Ekosistem kawasan Danau Toba memiliki nilai ekologi, sosial budaya dan ekonomi bagi kehidupan manusia serta memiliki keterkaitan ekologis yang tidak terpisahkan dengan ekosistem kawasan sekitarnya. Ekosistem kawasan Danau Toba mengalami tekanan/stres yang mengakibatkan terjadinya perubahan fungsi alam dan ekosistem, menimbulkan dampak negatif terhadap perlindungan keseimbangan ekosistem, kelestarian alam, dan daya dukung lingkungan hidup. Hal ini disebabkan karena kegiatan sosial ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam secara tidak benar. Oleh sebab itu, sebagai solusi perlu didekati secara ekosistem yakni suatu pendekatan yang mengintegrasikan faktor-faktor ekologi, ekonomi, dan sosial yang mempengaruhi suatu entitas ekosistem bukan berdasarkan batas-batas politik maupun sektoral, dengan kata lain menempatkan upaya pemulihan, pelestarian, pengawasan, dan pemanfaatan komponen-komponen ekosistem dengan memperhatikan azas manfaat ekosistem terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup masyarakat yang berada di ekosistem kawasan Danau Toba. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh keberhasilan pemupukan dan pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman kopi arabika, di antaranya dosis/konsentrasi yang harus tepat, tepat waktu pemberian (pagi-sore), tepat jenis pupuk/ZPT yang dipilih, tepat fase pertumbuhan tanaman, dan tepat lingkungan dalam arti luas.

3 Bookmarks
 · 
574 Views