Article

Strategi Bertahan Buruh Kontrak Dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok (Studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Buruh Kontrak di CV. Belawan Indah)

Source: OAI

ABSTRACT 09E00857 Kemiskinan yang dialami buruh perkotaan, yang kebanyakan menjadi buruh kontrak tanpa jaminan hidup masa depan. Pemutusan kerja akibat masa kontrak habis, bisa menjerumuskan buruh industri ke jurang kemiskinan. Saat mereka menerima upah minimum regional (UMR) sebagai gaji bulanan, kualitas hidup mereka sebenarnya masih pas-pasan. Hilangnya pekerjaan menjadikan mereka sebagai orang miskin. Hal yang paling nyata dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari para buruh kontrak. Untuk menghadapi keadaan tersebut, perlu adanya suatu strategi adaptasi dan strategi bertahan atau coping strategies yang harus dilakukan keluarga buruh kontrak untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Dalam penelitian ini peneliti mengambil objek penelitian yaitu di perusahaan CV. Belawan Indah yang berada di jalan Pulau Jawa no 1 Kawasan Industri Medan (KIM). Maka dalam penelitian ini peneliti mengambil judul : “Kemiskinan dan Strategi Bertahan Buruh Kontrak dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok” (studi kasus kondisi sosial ekonomi buruh kontrak di CV. Belawan Indah). Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dimana unsur kehidupan yang ingin dibahas adalah kemiskinan dan strategi bertahan hidup setiap harinya yang dilakukan oleh setiap buruh kontrak yang bekerja di sebuah perusahaan. Sumber data dalam penelitian ini yakni berdasarkan data primer yaitu, wawancara mendalam yang merupakan proses tanya jawab secara langsung (Face to face) ditujukan terhadap informan di lokasi penelitian dengan menggunakan panduan atau pedoman wawancara, Observasi, adapun pengamatan langsung terhadap gejala sosiologis yang tampak pada saat penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan data dan mengambil informasi dari buku-buku referensi, dokumen, majalah, jurnal dan internet yang dianggap relevan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa keluarga buruh kontrak telah mampu melakukan strategi bertahan dengan baik. Keluarga buruh kontrak melakukan strategi aktif dimana buruh kontrak tersebut mendayagunakan anggota keluarga mereka untuk membantu perekonomiannya. Dengan cara ini mereka dapat memenuhi kebutuhan pokoknya walaupun masih terbilang secara pas-pasan. Selain itu buruh kontrak juga melakukan strategi pasif dimana keluarga buruh kontrak mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan berusaha hidup sehemat mungkin baik dari segi pangan dimana semenjak kenaikan BBM tahun lalu mereka sangat merasakan dampaknya sampai sekarang ini.. Dan yang terakhir keluarga buruh kontrak ini juga melakukan strategi jaring pengaman dengan cara menjalin relasi yang baik dengan para tetangga dan sesam pekerja, dan memanfaatkan program anti kemiskinan dari pemerintah, sehingga kalau mereka membutuhkan pertolongan maka keluarga buruh kontrak ini akan meminjam uang, mengutang ke warung ikut arisan dan memanfaatkan program pemerintahan seperti Bantuan Langsung Tunai, sembako murah, Raskin dan lain-lain.

4 Bookmarks
 · 
646 Views