Article

Manajemen Berbasis Sekolah (Survei Tentang Manajemen Berbasis Sekolah Berdasarkan Prinsip-Prinsip Tata Kelola Sekolah Yang Baik di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Barumun, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas)

Source: OAI

ABSTRACT 09E01101 Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah sebuah bentuk baru dalam pengelolaan pendidikan di tingkat sekolah dimana sekolah diberikan wewenang dan tanggungjawab yang lebih besar. Pengelolaan sekolah dalam bentuk ini harus sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola sekolah yang baik yaitu peningkatan partisipasi, transparansi dan akuntabilitas. Untuk itu perlu dilakukan survei di lapangan guna melihat apakah pelaksanan MBS tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola sekolah yang baik. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan MBS berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola sekolah yang baik di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Barumun, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif survei. Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan menggunakan angket, wawancara, penelitian kepustakaan, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang dipergunakan adalah analisa data statistik dengan menggunakan tabel frekuensi. Berdasarkan data dan hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa pelaksanaan MBS di SMAN 1 Barumun telah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola sekolah yang baik. Kesesuaian ini dapat dilihat dari peningkatan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas warga sekolah dalam mengelola sekolah. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa pelaksanaan MBS di SMAN 1 Barumun mengalami beberapa kendala terutama kurangnya informasi dan belum adanya penataran yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait terhadap warga sekolah tentang pelaksanaan MBS. Hambatan lainnya adalah rendahnya peningkatan kualitas dan kuantitas kritik dan saran siswa dan orangtua siswa, ketidaksesuaian keputusan-keputusan yang dibuat oleh sekolah dengan keinginan warga sekolah, rendahnya peningkatan kepercayaan warga sekolah bahwa di dalam sekolah tidak ada praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, rendahnya penambahan wawasan orangtua siswa terhadap penyelenggaraan sekolah, rendahnya pengurangan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku di sekolah, rendahnya peningkatan kepuasan siswa dan orangtua siswa terhadap penyelenggaraan sekolah. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan mengoptimalkan informasi dari luar instansi, mengadakan rapat musyawarah, meningkatkan pengawasan dan pengendalian, membuat sebuah sistem kredit poin, dan berupaya memberikan informasi yang jelas kepada semua pihak tentang seluruh kegiatan di sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada laporan pertanggungjawaban. Dra. Elita Dewi, M.SP

6 Followers
 · 
771 Views