Article

Analisa Penggunaan Zat Pemanis Buatan Pada Sirup Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2009

Source: OAI

ABSTRACT 09E02785 Sirup merupakan minuman yang identik dengan rasa manis. Dalam proses pembuatannya, produsen seringkali menggunakan pemanis buatan untuk menggantikan gula alami untuk menurunkan biaya produksi. Namun, dalam sebuah penelitian, beberapa pemanis buatan dapat menyebabkan kanker pada tikus percobaan di laboratorium, diantaranya adalah siklamat dan sakarin. Ini adalah pemanis buatan yang paling sering digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian adalah pasar tradisional Aksara. Pemeriksaan kadar siklamat menggunakan metode spektrofotometri Nova dan pemeriksaan kadar sakarin dilakukan dengan menggunakan metode titrasi asam basa. Keduanya akan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Sumatera Utara. Hasil analisis akan dibandingkan dengan SNI-01-6993-2004 tentang bahan tambahan pangan pemanis buatan- Persyaratan Persyaratan Penggunaannya dalam Produk Pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah sirup, baik produk lokal ataupun produk nasional yang dijual di pasar tradisional memenuhi baku mutu atau tidak. Sirup-sirup tersebut diperiksa baik dalam bentuk sebelum maupun sesudah siap saji. Dari hasil penelitian, tidak ada sirup yang kadar pemanis buatannya melebihi ambang batas. Kadar tertinggi siklamat pada sirup adalah 129,8 mg/kg, sedangkan pada sirup siap saji adalah 18,8 mg/kg. Kadar Sakarin pada sirup adalah 60,79 mg/kg dan pada sirup siap saji adalah 12,14 mg/kg. Dilihat dari nilai ADI, maksimum volume sirup yang relatif aman dikonsumsi berdasarkan kandungan siklamat adalah 6,41 liter dan minimum adalah 1,43 liter. Berdasarkan kandungan sakarin, maksimum adalah 4,52 liter dan minimum adalah 1,40 liter. Sementara dalam bentuk siap saji, seluruh sirup masih aman dikonsumsi sekitar 2 liter setiap harinya. Melihat kenyataan di atas, maka masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Di samping itu, perlu ditingkatkan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan untuk mengantisipasi kemungkinan efek karsinogenik dari zat-zat kimia yang dikonsumsi. Syrup is a kind of beverage which is identical with sweet taste. In its production, producers often use artificial sweetener to replace nature sugar to degrade production cost. In a research report, some of the artificial sweetener cause cancer to mouse laboratory experiment, such as cyclamate and saccharin. These are the most often used of artificial sweetener. This is a descriptive research. The location is at Aksara Traditional Market. Cyclamate analysis used spektrophotometri Nova method and saccharin used acid alkali titration. Both were analyzed in Health Laboratory of North Sumatera. The results were compared with preservative sweetener according to SNI-01-6993-2004. This purpose’s research is to see whether the local product or the national product of syrup fulfill the standard of quality. All syrups will be identified in before and after adding by water. From the research result, all samples are not exceed the level of standard quality. The highest cyclamate level of syrup is 129,8 mg/kg, whereas after adding with water is 18,8 mg/kg. Saccharin level at syrup is 60,79 mg/kg and after adding by water is 12,14 mg/kg. According to the ADI value, maximum syrup volume with cyclamate that relative save to consumed is 6,41 litres and minimum is 1,43 litres. Maximum syrup volume with saccharin that relative save to consumed is 4,52 litres and minimum is 1,40 litres. Whereas after adding by water, all syrup are relative save to consumed with around 2 litres everyday. According to the fact above, the community have to more selective in selecting what they will consumed. Beside that, increasing antioxidant consumption is needed to anticipate the carcinogen effect of consumed chemical substance. dr. Surya Dharma, MPH. ; Ir. Evi Naria. Mkes

1 0
 · 
8 Bookmarks
 · 
1,043 Views