Article

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita Di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang

01/2009;
Source: OAI

ABSTRACT 011000210 Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan yang banyak menyerang anak-anak dibawah usia lima tahun, Faktor-faktor yang mempengaruhi resiko kejadian penyakit ISPA adalah faktor sosiodemografi, kondisi rumah dan polusi udara dalam ruangan. Prevalensi Rate ISPA di Indonesia tahun 1995 sebesar 11,97 per 1000 balita, di Propinsi Sumbar 35,42 per 1000, di Kota Padang tahun 2002 sebesar 40,9 per 1000 dan Kecamatan Koto Tangah ISPA pada bayi dan Balita 36,4 per 1000 serta di Kelurahan Pasie nan Tigo sebesar 38,79 per 1000 .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2004. Penelitian survey dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang tinggal di kelurahan Pasie Nan Tigo dengan jumlah sampel sebanyak 239 orang yang diambil secara multi stage sampling. Data yang dikumpulkan adalah berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit ISPA di Kelurahan Pasie Nan Tigo adalah sebesar 42,7 %, pendidikan ibu rendah 74,5%, pendapatan keluarga Rp. 400.000 57,8%, umur balita 13-60 bulan 68,6%, laki-laki 57,8%, gizi sedang 42.2%, imunisasi belum lengkap 53,9%, ventilasi tidak memenuhi syarat kesehatan 64,7%, kepadatan hunian tidak memenuhi syarat kesehatan 93,1%, kelembaban relatif tidak memenuhi syarat kesehatan 68,6%, menggunakan kayu bakar 77,5%, kebiasaan merokok anggota keluarga 72,5%, dan menggunakan obat anti nyamuk bakar 88,2%. Diperoleh Ada hubungan berrnakna kejadian ISPA dengan nilai probabilitas < 0,05 yaitu status gizi , ventilasi, kepadatan human, kelembaban relatif kayu bakar, kebiasaan merokok anggota keluarga, obat anti nyamuk bakar. Tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga, umur balita, jenis kelamin balita, status imunisasi .Disarankan agar memperhatikan ventilasi rumah untuk sirkulasi udara kotor yang berasal dari obat anti nyarnuk bakar, kegiatan memasak dan kebiasaan anggota keluarga yang merokok serta menjaga pola makan dan kesehatan balita. Prof. dr. Sorimuda Sarumpaet, MPH

51 Bookmarks
 · 
5,424 Views

Full-text

View
238 Downloads
Available from