Article

Hubungan Antara Perilaku Konsumtif Dengan Body Image Pada Remaja Putri

Source: OAI

ABSTRACT 09E02809 Hadipranata (dalam Lina & Rosyid, 1997) mengatakan bahwa remaja putri memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk berperilaku konsumtif dibandingkan dengan remaja putra. Selain itu, Reynold, Scott, dan Warshaw (1973) juga menambahkan bahwa remaja putri berusia antara 16 sampai dengan 19 tahun membelanjakan uangnya lebih banyak untuk keperluan menunjang penampilan diri seperti: sepatu, pakaian, kosmetik dan asesoris serta alat-alat yang dapat membantu memelihara kecantikan dan penampilan dirinya. Body image merupakan sikap yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya berupa penilaian positif atau negatif (Cash dan Pruzinsky, 2002). Media massa mempengaruhi perkembangan body image remaja putri. Media massa, baik tayangan iklan di televisi maupun majalah yang banyak menampilkan figur-figur ideal remaja dan menawarkan produk-produk remaja akan mempengaruhi remaja tersebut sehingga remaja akan mudah sekali untuk tertarik dan menjadi konsumtif terhadap penampilan mereka. Remaja putri akan menjadi lebih boros untuk membelanjakan uang sakunya untuk membeli barang-barang yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan akan kecantikan dan penampilan dirinya (Tanoto, 1999). Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan tujuan untuk melihat hubungan antara perilaku konsumtif dengan body image pada remaja putri. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik aksidental dan jumlah subyek penelitian adalah sebanyak 99 orang remaja putri pada rentang usia 16 sampai 19 tahun. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku konsumtif dan body image pada remaja putri (p = 0.000). Rodiatul Hasanah Siregar, M.psi, psi

21 Bookmarks
 · 
1,393 Views