Article

Tinjauan Psikologi Kriminil Terhadap Pembunuhan Yang Dilakukan Oleh seorang Ibu Kepada Anak Yang Baru Dilahirkannya

Source: OAI

ABSTRACT 010222188 Bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anak yang dilahirkannya, akhir-akhir ini semakin meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas, hal ini disebabkan berbagai faktor, antara lain karena faktor rasa malu, sebab kehamilannya merupakan hasil hubungan gelap dengan laki-laki lain, baik karena pemerkosaan, maupun karena sama-sama mau. Faktor lain yang menyebabkan seorang ibu melakukan pembunuhan terhadap anak yang baru dilahirkannya, adalah faktor lemahnya pengetahuan agama, faktor teknologi yang semakin canggih, faktor rendahnya sanksi sosial dari anggota masyarakat. Dalam penulisan skripsi ini dirumuskan beberapa permasalahan yaitu bagaimana pengaturan tindak pidana pembunuhan anak yang baru dilahirkan dengan pelakunya seorang ibu yang melahirkannya dan upaya-upaya apa yang harus dilaksanakan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pembunuhan anak yang baru dilahirkan dengan pelakunya seorang ibu yang melahirkannya serta bagaimana peranan penegak hukum dalam menyelesaikan tindak pidana pembunuhan anak yang baru dilahirkan dengan pelakunya seorang ibu yang melahirkannya suatu tinjauan psikologi kriminal. Untuk melengkapi penulisan skripsi ini, agar tujuan penulisan skripsi lebih terarah dan dapat dipertanggung jawabkan, maka metode yang digunakan penulis yaitu mencakup antara lain: Jenis penelitian: Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yaitu penelitian baik terhadap asas-asas hukum maupun sejarah hukum dengan pendekatan secara sosiologis yaitu dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan, lokasi penelitian : penelitianini dilakukan di Kota Medan Propinsi Sumatera Utara, yaitu dengan mengadakan riset ke pengadilan negeri medan dan metode pengumpulan data: dalam penulisan skripsi ini digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: (a) Library Research (penelitian kepustakaan), yaitu dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan, yakni: buku-buku, pendapat sarjana, artikel, surat kabar dan media massa lainnya serta berbagai berita yang penulis peroleh dari internet; (b) Field Research (penelitan lapangan), yaitu dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan. Dalam hal ini penulis langsung mengadakan penelitian ke Pengadilan Negeri Medan serta analisis data: Dalam penulisan ini analisis data yang digunakan adalah dengan cara kualitatif, artinya data yang diperoleh/ditemukan tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya, karena dalam melakukan analisis data ini berpedoman pada tipe dan tujuan penulisan yang dilakukan. Dalam penelitian deskriptif maka data yang terkumpul adalah data hasil wawancara dan penelitian langsung ke lapangan, sehingga analisis data ini merupakan penjelasan terhadap penemuan yang ada di lapangan. Dari penelitian data di atas, penulis pun dapat memenuhi pembahasan skripsi ini secara metode deduksi yaitu menarik kesimpulan dari fakta yang bersifat umum kepada fakta yang bersifat khusus. Sebagai kesimpulan adalah bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anak yang baru dilahirkannya jelas merupakan tindak pidana, karena perbuatan ibu tersebut nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama serta sangat tidak berkemanusiaan dan jelas-jelas telah melanggar Pasal 338; 340; 341 dan 359 KUHP serta Pasal 80 ayat (4) Undang-undang No.23 Tahun 2002. dan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terdorongnya terdakwa melakukan tindak pidana terhadap anak yang baru dilahirkannya adalah faktor rasa malu, faktor rendahnya iman (pengetahuan agama), faktor ekonomi, faktor kemajuan teknologi, dan lain-lain serta bahwa dalam menerapkan hukuman oleh penegakan hukum, utamanya Majelis Hakim dalam kasus dimaksud sangat banyak mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, sehingga hukuman yang dijatuhkannya hanya 2 (dua) tahun pidana penjara. Sedangkan sarannya adalah sebaiknya perangkat perundang-undangannya semakin disempurnakan, perlu segera ditegakkan frekuensi sosialisasi Undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia para penegak hukum, sehingga program penegakan hukum (law enforcement) di Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terwujud dengan baik dan benar. Liza Erwina, SH. M.Hum.; Setiawan Siregar, SH.

7 Bookmarks
 · 
1,660 Views