Article

Penanggulangan Kejahatan Melalui Restorative Justice (Studi Anak Pelaku Tindak Pidana)

Source: OAI

ABSTRACT 09E00880 Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi dengan melihat perkembangan yang ada, baik dari segi ekonomi, ilmu pengetahuan maupun teknologi.Dampak dari hasil perkembangan tersebut meningkatnya tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak sebagai pelaku tindak pidana. Perlu penanggulangan kejahatan untuk mengurangi tingginya tingkat kejahatan tersebut. Upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara penal dan non-penal. Salah satu cara penanggulangan kejahatan dengan non-penal adalah Restorative Justice. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penanggulangan kejahatan melalui Restorative Justice dan mengetahui pandangan aparat penegak hukm terhadap konsep Restorative Justice. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis dengan jenis data yang terdiri dari data yang berupa data sekunder dari kepustakaan dan wawancara langsung dengan aparat penegak hukum, analisis data adalah analisis kualitatif, yaitu data diperoleh kemudian disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis secara logis untuk mencapai kejelasan masalah yang akan dibahas yang sehingga diperoleh kesimpulan dan dapat memberikan saran dan hasilnya tersebut dituangkan dalam bentuk skripsi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tujuan Restorative Justice adalah untuk mengembalikan korban dan keluarganya kepada keadaan semula sebelum terjadi tindak pidana.Dimana pemidanaan merupakan alternatif terakhir. Pelaksanaan Restorative Justice dengan cara melakukan pertemuan antara korban, pelaku, masyarakat dan aparat penegak hukum. Restorative Justice bisa terjadi jika pelaku mengakui kesalahan, korban mau memberi maaf dan ada dukungan dari masyarakat. Aparat penegak hukum yaitu polisi, jaksa, hakim, petugas Lembaga pemasyarakatan juga setuju untuk diterapkan Restorative Justice dalam hukum di Indonesia terutama terhadap anak pelaku tindak pidana. Alasannya agar moral, pendidikan anak sebagai pelaku tindak pidana tidak terganggu dan mengurangi overkapasitas Lembaga Pemasyarakatan. Syafruddin, S.H.,M.H,DFM; Dr. Marlina, S.H., M. Hum

14 Bookmarks
 · 
1,007 Views