Article

Perlindungan Konsumen Atas Peredaran Benih Kelapa Sawit Kepada Petani Sebagai Pengguna Benih (Studi Kasus: Kabupaten Kampar Propinsi Riau)

Source: OAI

ABSTRACT 000200113 Pada era reformasi berita hangat seputar konsumen sering kita dengar dari berbagai media informasi, baik itu tentang adanya kenaikan tarif listrik, tarif telepon, air dan sebagainya. Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy mengalakan, "consumers by defenition include us all" artinya di sini konsumen adalah kita semua yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu baik disadari ataupun tidak problematika konsumen akan terus ada sepanjang manusia itu membutuhkan apa yang ia butuhkan dalam kehidupanya (human needed). Dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke IV terdapat tujuan luhur dari NKRI yakni melindungi segenap Bangsa Indonesia, pengertian segenap bangsa adalah seluruh masyarakat dalam berbagai kualitas yang mereka sandang, baik dalam kualitas mereka sebagai pegusaha, penguasa maupun juga sebagai konsumen. Karena itu perlindungan yang harus dijalankan Pemerintah RI adalah untuk kepentingan segenap Bangsa Indonesia. Perlindungan adalah hak yang mutlak yang harus diberikan dan dijalankan oleh Pemerintah RI kepada segenap Bangsa Indonesia, begitu pula kepada konsumen Indonesia. Prespektif ini bersifat luas untuk semua orang, masyarakat Indonesia oleh karenanya penulis memberikan pengkhususan dalam hal objek pengkajian yakni menyangkut petani dan peredaran benih kelapa sawit. Dalam pembangunan Pertanian khususnya di bidang perkebunan peranan benih tanaman merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya peningkatan produksi sekaligus pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat luas. Sebagai mana diketahui bahwa benih merupakan pembawa teknologi (carier of technology) sehingga nilainya tidak hanya dianggap sebagai komoditas, tetapi juga harus dinilai dari teknologi yang dibawa. Di dalam Pasal 1 angka 6 Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1995 Tentang "Perbenihan Tanaman" disebutkan bahwa benih tanaman yang selanjutnya disebut benih adalah tanaman atau bagian yang dipergunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakan tanaman. Penampakan keunggulan benih ini tidak bisa dipastikan sejak awal, karena keunggulannya baru dapat kelihatan setelah tumbuh dan berproduksi, oleh karena itu perlu dilakukan perlindungan terhadap pengguna benih/konsumen dan penghargaan kepada produsen. Sehubungan dengan hal diatas beberapa permasalahan yang akan dicari jawabannya yaitu (1) Bagaimanakah bentuk perlindungan konsumen terhadap peredaran benih kelapa sawit, (2) Bagaimanakah upaya-upaya perlindungan terhadap terhadap peredaran benih kelapa sawit palsu kepada petani swadaya, (3) Bagaimanakah penanggulangan terhadap peredaran dan penggunaan benih kelapa sawit palsu. Metode penelitian yang dipergunakan adalah dengan menggunakan penelitian hukum sosiologis dimana menitikberatkan pada penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Di samping itu juga dilakukan penelitian terhadap terhadap bahan kepustakaan hukum untuk memperoleh data sekunder yang meliputi bahan hukum primer dan hukum sekunder. Alat yang penulis gunakan dalam dalam pengumpulan data di lapangan adalah studi dokumen dan wawancara dengan pihak terkait yang kemudian dianalisis. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut ; (1) bentuk perlindungan terhadap konsumen (petani) terhadap peredaran benih kelapa sawit dilakukan melalui administrasi prosedural penyediaan dan penyaluran benih kelapa sawit yang dilakukan oleh pemerintah (Direktorat Jenderal Perkebunan) dan melalui sertifikasi mutu benih, (2) Upaya perlindungan konsumen terhadap adanya peredaran benih kelapa sawit palsu ini dilakukan atas dua cara yakni persuasif dan preventif dari pemerintah khususnya Dinas Perkebunan, Balai Benih dan BP2MB, dan untuk konsumen sendiri dapat secara langsung membawa ini kepihak yang berwenang dan atau melakukan gugatan, (3) upaya penanggulangan peredaran dan penggunaan benih kelapa sawit pada dilakukan kerjasama dan koordinasi semua pihak baik pemreintah, sumber benih, petani dan juga perkebunan kelapa sawit yang ada baik swasta maupun milik pemerintah. Rustam Zein, SH.: Zulkarnain Mahfudz, SH. CN.

1 Bookmark
 · 
430 Views