Article

Aspek Hukum Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah Yang Diperbuat Dihadapan Notaris/PPAT

Source: OAI

ABSTRACT 020222175 Aspek Hukum Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah erat kaitannya dengan Notaris yang juga selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT ) yang merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta sahng keterkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam bal ini kita ketahui suatu perjanjian Jual Beli khususnya tanab adalab merupakan hubungan antara seorang dengan orang lain nrenimbulkan perhitungan hukum, perhubungan hukum, yang mana mempunyai kriteria-kriteria masing-masing dan itu akan menimbulkan persetujuan dan perjanjian-perjanjian diantara mereka. Apabila hubungan hukum itu terjadi karena adanya persetujuan antara seorang dengan orang lain mengenai tanah, selalu dikaitkan dengan Peraturan Jabatan Notaris, bila tanah tersebut belum mempunyai status tanah berupa sertifikat, tetapi bila tanah yang menjadi objek dari perjanjian itu telah mempunyai status yang jelas dan pasti, seperti Sertipikat Hak Milik, Hak Guna Bangunan dan sebagainya, maka perjanjian ini harus dibuat dihadapan Notaris yang juga selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Adapun pennasalahan yang dibahas adalah Alasan dan Aspek Hukum yang menjadi pendorong Pembuatan Akta Jual Beli yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT, apa tungst Akta PPAT, bagaimana pembuatan Akta PPAT, dan apa akibat hnkum jual beli tanah yang tidak dibuat dihadapan PPAT. Metode Penelitian ini dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu berupa Spesifikasi Penelitian yang bersitat deskritif, yaitu menggambarkan atas permasalahan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Deskritif anaiisis akan dUcaji dengan peraturan-peraturan yang berlaku serta dikaitkan dengan teori-teori hukum dan didalam praktek pelaksanaannya yang menyangkut dengan permasalahan. Metode pendekatan ini dilakukan dengan yuridis Nonnatif, yaitu menekankan pada ilmu hukum yang berlaku dan dengan Pendekatan Sosiologis yang mana lebih menekankan pada permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya dalam peralihan atas jual beli tersebut. Dan sebagai hasil dari pengamatan dan penelitian mengenai Perjanjian Jual Beli tanah sangat erat kaitannya pada Notaris yang juga selaku PPAT guna dalam proses peralihan hak atas pembelian obyek tanah pada Instansi Pertanahan setempat. Kesirnpulannya bahwa Jual Beli Tanah yang tidak dilakukan dihadapan PPAT tetap sah dan berbarga walaupun status tanahnya belum bersertifikat karena syarat-syarat materilnya telah dipenuhi mengenai Penjual, Pembeli dan obyek tanah tersebut keinudian disarankan kepada para pihak agar tidak menimbulkan kesiditan dalam mendaftarkan peralihannya atas tanah yang telah bersertifikat. pada lntansi Pertanahan, maka diharapkan untuk membuat akta jual belinya dihadapan PPAT. Sudarmiaty, SH.; M.Siddik, SH. M.Hum.

8 Bookmarks
 · 
5,206 Views