Article

Perlindungan Hak Cipta Atas Ulos Batak (Studi Di Daerah Tarutung, Taput)

Source: OAI

ABSTRACT 000200140 Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana perlindungan yang diberikan oleh hukum dan Undang-undang terhadap karya cipta tradisional berupa Ulos Batak di daerah Tarutung, Taput. Apakah mengenai penjiplakan terhadap suatu Ulos Batak ada diatur di dalam Hukum Adat Batak tersebut, dan bagaimanakah mengenai prosedur pendaftaran Ciptaan Ulos Batak di daerah Tarutung, Taput, apakah mereka memang mendaftarkan Ciptaan Ulos Bataknya atau tidak, serta apa-apa sajakah bentuk-bentuk pelanggaran terhadap Ciptaan Ulos Batak jika ditinjau dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan upaya penyelesaiannya. Dalam mencapai tujuan tersebut, Penulis melakukan pengumpulan data melalui kepustakaan dan melakukan wawancara serta mengajukan kuisioner kepada para penenun Ulos Batak di daerah Tarutung, Taput dan kemudian dianalisis secara logis sehingga diperoleh kesimpulan dan memberikan beberapa saran. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa di dalam Hukum Adat Batak tidak ada diatur tentang sanksi-sanksi yang diberikan apabila terjadi penjiplakan atas suatu Ulos Batak, dan mereka juga tidak pemah mendaftarkan Ciptaan Ulos Bataknya tersebut, dan juga bentuk-bentuk pelanggaran terhadap Ulos Batak ada diatur dalam Pasal 72 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, di mana apabila terjadi penjiplakan atas Ulos Batak menurut Pasal 72 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta akan dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500,000,000.00 (lima ratus juta rupiah). Sehingga dapat Penulis simpulkan bahwa perlindungan yang diberikan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, terhadap suatu Ciptaan Ulos Batak masih terkesan kurang bermanfaat dan berguna bagi para penenun Ulos Batak khususnya di daerah Tarutung, Taput. H. Abdul Muis, SH. MS.; Dr. Runtung Sitepu, SH. M.Hum.

2 Bookmarks
 · 
315 Views