Article

Pemberian Kredit Kepada Nasabah Dengan Jaminan Tanah Dalam Praktek Bank SUMUT

Source: OAI

ABSTRACT 020222107 Pemberian kredit kepada nasabah dengan jaminan tanah lazim digunakan oleh pihak-pihak bank dalam hal permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah, Pertama, Bagaimana cara prosedur pemberian kredit yang dilakukan oleh Bank Sumut (Cab. Sukaramai), Kedua, kriteria jaminan tanah yang bagaimana yang diterima sebagai agunan kredit yang diajukan oleh calon debitur, Ketiga, sampai sejauhmana keterkaitan fungsi dari jaminan atau agunan tersebut dalam permohonan kredit itu sendiri serta Keempat, bagaimana cara mengatasi wanprestasi (cidera janji) yang dilakukan calon debitur terhadap kredit yang dimohonkanya. Metode penulisan yang dilakukan dalam skripsi ini ditempuh dengan 2 cara yaitu, penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Dalam penelitian kepustakaan dilakukan dengan jalan menganalisis data sekunder dari buku-buku dan bahan-bahan hukum sekunder lainnya, sedangkan dari penelitian lapangan diperoleh langsung dari hasil riset berupa data-data sekunder mengenai perihal prosedur permohonan kredit di Bank Sumut (Cab. Sukaramai). Penelitian lapangan ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas, lengkap dan sempurna mengenai mekanisme pemberian kredit dengan tanah sebagai agunan. Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa UU No.10 Tahun 1998 Pasal 8 yang menyatakan kredit yang diberikan oleh pihak bank mengandung resiko sehingga bank harus memperhatikan azas-azas perkreditan yang sehat, bank harus mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai yang diperjanjikan untuk itu sebelum memberikan kredit bank harus melakukan penilaian secara seksama terhadap watak (character), kemampuan (capacity), modal (capital), agunan (collateral), kondisi ekonomi (condition ofeconomi) dari usaha debitur. Mengingat agunan menjadi salah satu unsur jaminan pemberian kredit maka apabila berdasarkan unsur-unsur lain telah dapat diperoleh keyakinan atas kemampuan debitur mengembalikan hutangnya. Bank tidak wajib meminta agunan berupa barang yang tidak berkaitan langsung dengan objek yang dibiayai yang lazim dikenal dengan "agunan tambahan" di Bank Sumut (Cab. Sukaramai) besar kecilnya jumlah kredit yang dimohonkan tergantung pada besar kecilnya agunan yang diberikan oleh calon debitur sebesar 125% dari Plafon Kredit berdasarkan standart ketentuan di Bank Sumut. Prof. Dr. H. Tan Kamello, SH. MS.; Puspa Melati Hasibuan, SH. M.Hum.

3 Bookmarks
 · 
900 Views