Article

Peranan Jaminan Fidusia Sebagai Lembaga Jaminan Dalam Pemberian Kredit Di Bank Perkreditan Rakyat Swadharma

Source: OAI

ABSTRACT 030200241 Kegiatan pemberian kredit, yang merupakan kegiatan yang sangat pokok dan konvensiona! dari suatu bank, ditegaskan juga oleh Undang Undang Nomor 7 Tahun 1992 Seperti telah diubah dengan Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998 sebagai salah satu jenis usaha bank Seperti tercantum dalam Pasal 6 huruf b untuk Bank Umumm dan Pasal 13 huruf b untuk Bank Perkreditan Rakyat. Dan, dalam penyaluran kredit dimaksud, bank (Umum maupun Perkreditan Rakyat) wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan debitur untuk melunasi hutangnya.OIeh karena itu, jaminan sebagai salah satu aspek analisa pemberian kredit tetap menduduki posisinya yang penting, teritama dalam fungsinya untuk pengamanan apabila kredit yang diberikan tersebut mengalami kegagalan. Dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998, Pasal 8 dari penjetasannya dikatakan bahwa pemberian kredit selalu mengandung resiko. Salah satu cara mengatasi resiko adalah menetapkan jaminan dalam analisis pemberian kredit. Jaminan yang diminta bank dapat berupa jaminan pokok berupa barang, proyek atau hak tagih yang dibiayai dengan kredit tersebut sedangkan jaminan tambahan adalah harta kekayaan nasabah debitur. Salah satu bentuk pengikatan jaminan atas harta kekayaan ini adalah jaminan fidusia. Fidusia adalah perjanjian pengalihan hak keperrulikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan hak kepemilikan atas benda yang dialihkan itu tetap berada dalam penguasaan si pemilik benda. Perjanjian jaminan fidusia adalah perjanjian yang muncul karena adanya perjanjian kredit bank. Apabila nasabah debitur wanprestasi, bank dapat mengambil pelunasan utang dari hasil penjualan barang jaminan fidusia, Dari hasil penelitian di BPR Swadharma, terlihat bahwa BPR -Swadharma telah menerapkan sebagian besar Undang Undang Jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999. Ini terlihat dari isi akta jaminan fidusia yang digunakan oleh BPR Swadharma. Jaminan fidusia sebagai lembaga jaminan sangat berperan dalam pemberian kredit di BPR Swadharma. Dari data yang diperoleh mengenai besaraya jumlah nasabah BPR Swadharma yang menggunakan jaminan fidusia sebagai lembaga jaminan, tercatat pada tahun 2006 ada 30 nasabah dari 42 nasabah BPR Swadharma yang menggunakan jaminan fidusia sebagai lembaga jaminannya. Prof. Dr. H. Tan Kamello, SH. MS.; Zulkarnain, SH. M.Hum.

8 Bookmarks
 · 
1,004 Views