Article

Aspek Hukum Pajak Penghasilan Terhadap Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

Source: OAI

ABSTRACT 990200127 Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk dengan kwantitas yang tinggi di dunia, Hal ini berarti Indonesia banyak memiliki sumber daya manusia yang merupakan salah satu faktor produksi selain modal dan sumber daya alam. Namun sangat disayangkan sumber daya manusia yang banyak itu tidak diimbangi dengan kwalitas yang baik. Bahkan mayoritas teuaga kerja tersebut tidak memiliki keablian apapun. Hal inilah yang menyebabkan tingkat penggunaan tenaga kerja Indonesia hanya sebatas tenaga saja, Hal ini jugalah yang meuyebabkan rendahanya upah terhadap mereka. Berdasarkan hal tersebut diatas, yaitu rendahnya kwalitas sumber daya manusia Indonesia, maka dibutuhkan adanya tenaga ahli. Perusahaan-perusahaan di Indonesia biasanya memilih tenaga kerja asing yang dianggap lebih berpengalaman dan memiliki keahlian yang lebih baik dan tenaga kerja Indonesia. Dalam era perdagangan bebas saat ini maka banyak tenaga kerja asing yang masuk dan bekerja di Indonesia. Pajak adalah salah satu sumber pendapatan negara yang domman, sebab pajak datang sendiri sebagai pendapatan negara karena merupakan kewajiban Wajib Pajak kepada pemerintah. Salah satu jenis pajak yang telah diundang-undangkan untuk berlaku di Indonesia adalah Pajak Penghasilan dengan dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983, dan kemudian diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991, diubah lagi dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994, dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000. Salah satu jenis pajak yang dapat dikenakan pada teuaga kerja asing adalah pajak penghasilan (PPh). Pajak Penghasilan (PPh) ini ditujukan untuk meningkatkan rasa keadilan dan kemudahan Wajib Pajak serta menunjang kebijaksanaan pemerintah. Sehingga ada keseimbangan antara pemerintah Indonesia dengan para tenaga kerja baik tenaga kerja Indonesia maupun tenaga kerja asing. Pajak Penghasilan (PPh) pada umumnya merupakan masalah yang harus dihadapi oleh setiap warga negara termasuk oleh tenaga kerja asing sebagai salah satu bagian dan warga negara selain warga negara Indonesia di dalam negara Indonesia, Tenaga kerja asing sebagai salah satu faktor produksi (dalam hal ini faktor produksi sumber daya manusia) di Indonesia telah tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan pembangunan akan tenaga ahli. Tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dikenakan pajak dalam hal ini Pajak Penghasilan, karena mereka memperoleh penghasilan dan negara ini (sesuai dengan Pasal 2 ayat (4)), di sisi lain tenaga keja asing ini juga memiliki kewarganegaraan dan negara asalnya yang juga mempunyai pengaturan pajak tersendiri terhadap tenaga kerja asing tersebut. Hal tersebut dapat mengakibatkan dikenakannya Pajak berganda terhadap mereka. H. Abdul Muis, SH. M.H

8 Bookmarks
 · 
1,605 Views