Article

Implementasi UU No.3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak Dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum (Analisis Kasus Raju Di Pengadilan Negeri Stabat)

Source: OAI

ABSTRACT 030200110 Kasus-kasus kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku kejahatan membawa fenomena tersendiri. Mengingat anak adalah individu yang masih labil dan emosional, maka penanganan kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak perlu mendapat perhatian khusus, yang dimulai dati hukum acara pidana yang berlaku terhadap anak. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak merupakan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai hukum acara pidana khusus untuk anak yang berkonflik dengan hukum, hak dan kewajiban yang diperoleh anak yang berkonflik dengan hukum, dan bagaimana penanganan yang diberikan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, Undang-undang No.3 Tahun 1997 memberikan landasan formil-juridis dalam pembentukan 1embaga Peradilan Anak sebagai lembaga Peradilan Khusus yang berada dalam ruang lingkup Peradilan Umum. Dalam skripsi yang berjudul "lmplementasi UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum (Analisis Kasus Raju di Pengadi1an Negeri Stabat) ini mengetengahkan suatu permasalahan tersendiri mengenai eksistensi dan implementasi dati UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dalam memberikan per1indungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Didalam pembahasan terhadap permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian dengan metode penelitian hukum nonnatif dan empiris (yuridis-sosiologis) dimana dalam tahap awal penulis terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap bahan-bahan hukum yang berkaitan dengan anak dan perlindungan hukum yang diberikan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum berdasarkan UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. Tahap selanjutnya penulis melakukan penelitian dengan menggunakan tekhnik wawancara dan mengumpulkan bahan dari narasumber yaitu Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) dan Pengadilan Negeri Stabat untuk mengetahui bagaimana upaya perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dalam praktek di lapangan. Dati penelitian tersebut dapat diketahui bahwa peran UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum ternyata sangat minimal dan belum menunjukkan efektifitas yang baik dimana banyak anak yang berkonflik dengan hukum ternyata mendapat perlakuan sewenang-wenang dati aparat penegak hukum seperti yang terjadi pada Muhammad Azuar alias Raju, yang didakwa atas perbuatan penganiayaan karena berkelahi dengan Armansyah alias Eman yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2005 bertempat di Gang Antara Desa Paluh Mauis Kec. Gebang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Raju yang masih berusia 8 (de1apan) tahun terpaksa harus mendekam di Rutan Pangkalan Brandan selama beberapa jam bersama tahanan dewasa dan mendapat stigma dari Hakim tunggal yang memeriksa perkaranya sebagai anak nakal. Bahwa dalam menyikapi permasalahan tersebut, perlu diambil langkah bijak yang melibatkan peran pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil dalam upaya perlindungan anak yang berkonflik dengan hukum dengan menerapkan ketentuan UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan merevisi kembali ketentuan-ketentuan dati undang-undang tersebut yang dirasa masih kurang sesuai dalam upaya perlindungan terhadap anak yang berkunflik dengan hukum. - Nurmalawaty, SH. M.Hum.; Muhammad Nuh, SH. M.Hum.

1 0
 · 
14 Bookmarks
 · 
1,681 Views