Article

Implementasi Ketentuan-Ketentuan Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Timor-Timur

Source: OAI

ABSTRACT 020221012 Upaya untuk membatasi kekuasaan dalam Negara antara lain ditempuh dengan adanya pengakuan atan jaminan hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang bersifat kodrati yang tanpa hak itu seseorang tidak dapat hidup dengan layak sebagai manusia. Hak asasi manusia (HAM) mempunyai aspek Nasional dan aspek Internasional, yaitu: • Aspek Nasional, melihat HAM dati segi Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana. • Aspek Internasional, HAM muncul sebagai konsekuensi dari kedudukan Negara sebagai bagian dati masyarakat Internasional (Bangsa-bangsa/ masyarakat antar bangsa). Penegakan HAM dapat diartikan dengan mengambil tindakan-tindakan atau langkah-langkah kongkrit demi terciptanya, tegaknya dan terjaminnya Hak- hak asasi manusia. Penegakan HAM di Indonesia telah mempunyai Dasar Hukum yang kuat dengan munculnyal lahirnya UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang menambah khasanah HAM di Indonesia. Pelanggaran HAM berat yang terjadi di Timor-Timur telah menyeret mantan Gubernur Kdh. Tk.l Timor-Timur ABlLIO JOSE OSORIO SOARES sebagai Terdakwa dalam sidang HAM ad hoc di Pengadilan Jakarta Pusat, yang mana Pengadilan ini setingkat dengan Pengadilan Tinggi. Adapun pelanggaran HAM berat dimaksud adalah: 1. Di Kabupaten Liquisa: Tanggal 4 April 1999 kejadian di Pukelara dan Maubara, massa Besi Merah Putih membakar rumah Felisberto Dos Santos dan membunuh anaknya yang bernama Elidio (anggota rnassa Pro Kemerdekaan). Tanggal 6 April 1999 di Kompleks Gereja Liquisa terjadi bentrokan antara kelompok Pro Integrasi BMP dipimpin Manuel Sousa terhadap para pengungsi penduduk sipi1 dengan korban 13 (tiga belas) orang meninggal dan 7 (tujuh) orang luka-luka. 2. Di Suai (Kabupaten Covalima) tepatnya di Kompleks Gereja Ave Maria tanggal 6 September 1999 terjadi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Pro Integrasi terhadap kelompok Pro Kemerdekaan yang mengakibatkan korban meninggal 27 (dua puluh tujuh) orang dan rumah-rumah terbakar. 3. Di Kota Administratif Dili/ Kabupaten Dili tanggal 17 April 1999 terjadi penyerangan di rumah Manuel Viegas Carascalao mengakibatkan 17 (tujuh belas) orang meninggal dan lnka-luka 41 (empat puluh satu) orang. Atas pelanggaran HAM yang berat yang terjadi di Timor-Timur, maka Pengadilan HAM ad hoc menyatakan untuk salah satu kasus No. 01/PID HAM/AD HOC/20021PN JKT.PST dengan Terdakwa atas nama : ABlLIO JOSE OSORIO SOARES bersalah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana diatur dalam Pasal: • Kesatu: melanggar Pasal 42 ayat (2) a dan b jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf a, Pasal 37 Undang- Undang No. 26 taboo 2000 tentang Pengadilan HAM. • Kedua: Pasal 42 ayat (2) a dan b jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf h, Pasal 40 Undang- Undang No. 26 taboo 2000 tentang Pengadilan HAM. Menjatuhkan pidana terhadap ABlLIO JOSE OSORIO SOARES dengan pidana penjara selama: 3 (tiga) tahun. - Sulaiman Hamid, SH.; Chairul Bariah, SH. M.Hum

0 0
 · 
1 Bookmark
 · 
308 Views