Article

Prinsip Bagi Hasil Pada Perusahaan Asuransi Berbasis Syariah (PT.Asuransi Takaful Keluarga)

Source: OAI

ABSTRACT 020200023 Perkembangan usaha perasuransian di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat, bahkan sejak sekitar tahun 1994 telah lahir usaha asuransi yang berbasis syariah yang dikenal dengan Asuransi Takaful. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh mayoritas penduduk Indonesia yang memeluk agama islam, sehingga diperlukan adanya suatu lembaga keuangan yang berlandaskan syariat islam. Seiring dengan perkembangan usaha perasuransian itu, banyak perusahaan asuransi konvensional yang juga membuka divisi atau unit syariah. Asuransi syariah merupakan bentuk perjanjian (akad) dimana suatu perikatan atas dasar kesepakatan/persetujuan bersama antara sekurnpulan orang untuk saling menjamin antara satu dengan yang lainnya dalam menghadapi kemungkinan suatu peristiwa (musibah) yang mana operasionalnya dijalankan sesuai dengan syariat agama islam. Dalam asuransi berbasis syariah ini, penanggung (perusahaan asuransi) sebagai pengelola dana yang berasal dari pembayaran premi yang dibayarkan oleh peserta asuransi syariah. Dalam asuransi syariah, dikenal adanya prinsip bagi hasil yang merupakan salah satu karakteristik dari asuransi syariah itu sendiri. Sehingga dalam menjalankan usahanya asuransi berbasis syariah terhindar dari unsur - unsur gharar, maisir dan riba. Ada terdapat mekanisme dalam pengelolaan dana pada asuransi syariah yang juga tekait dengan prinsip bagi hasiJ tersebut, dan hal terse but akan dibahas dalam skripsi ini. Dalam membahas masalah prinsip bagi hasil pada perusahaan asuransi berbasis syariah, penulis akan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dan juga penelitian lapangan (Field Research) pada PT. Asuransi Takaful Cabang Medan, sehingga dengan demikian dapat diketahui bagaimana prinsip bagi hasil pada perusahaan asuransi berbasis syariah. - H. Abdul Muis, SH. MS

3 Bookmarks
 · 
1,024 Views