Article

Analisis Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Volume Penjualan Sistem Multi Level Marketing (MLM) Pada PT Oriflame Cabang Medan

Source: OAI

ABSTRACT 000502085 Osni Linda Yusmawaty Sianturi (2004). Analisis Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Volume Penjualan Sistem Multi Level Marketing (MLM) Pada PT Oriflame Cabang Medan. Dengan Dra. Pinta Ginting sebagai Dosen Pembimbing, Dr. Kitha F. Dalimunthe, SE, MSI Sebagai Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Paham Ginting, SE, MS. dan Drs. Abidan Aritonang sebagai Dosen Penguji. Penelitian ini merupakan penelitian terhadap kebijakan strategi pemasaran PT Oriflame Cabang Medan dalam upayanya meningkatkan volume penjualan. Dengan hipotesis bahwa penerapan strategi pemasaran yang belumtepat oleh I'T Oriflame Cabang Medan menjadipenyebab tidak tercapainya target penjualan serta peningkatan volume penjualan perusahaan periode 1998-2002. PT Oriflame Cabang Medan adalah perusahaan yang bergerak dengan sistem Multi Level Marketing (MLM). Multi Level Marketing (MLM) merupakan cara atau metode menjual barang secara langsung kepada konsumen melalui jaringan yang dikembangkan oleh distributorl member. Multi Level Marketing yang mempunyai produk/ barang untuk dijual kepada konsumen, Metode analisis yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan korelasi dengan terlebih dahulu mengumpulkan data dengan teknik wawancara. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik yaitu uji "t" yang menggunakan harga sebagai variabel bebas dan volume penjualan sebagai variabel tak bebas. Hasil analisis terbadap data penelitian menunjukkan bahwa penetapan harga yang dilakukan oleh PT Oriflame mempunyai hubungan positif dengan penjualan. Hal ini terbukti dari hasil korelasi yang dilakukan terhadap data penjualan perusahaan, dimana nilai r adalah sebesar 0,966 dengan koefisien determinasi radalah 0,933, berarti besarnya tingkat penjualan yang dialami perusahaan ini sebagian besar dipengaruhi harga, Dengan dcmikian terdapat hubungan (korelasi) antara harga dengan volume penjualan. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji "t” juga menunjukkan bahwa pada penjualan produk kosmetik terdapat hubungan harga mempengaruhi penjualan, Hal ini dapat dilihat dengan hasil t hilung sebesar 6,484 dan t tabel sebesar 6,314. Akan tetapi meskipun harga mempengaruhi volume penjualan, bukan berarti harga yang menjadi penyebab utama tidak tercapainya target penjualan. Hal ini dapat dilibat dari koefisien non determinasi sebesar 6,70% dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, politik, kebijakan pemerintah, keamanan, produk, dan distribusi. Dra. Pinta Ginting

20 Bookmarks
 · 
4,380 Views