Article

Fraktur Mahkota Gigi Anterior dan Perawatannya Pada Murid-Murid SMU Negeri 1 Medan

Source: OAI

ABSTRACT 000600053 Trauma gigi merupakan masalah umum yang terjadi pada masa anak-anak dan remaja. Trauma gigi anterior dapat mengakibatkan perubahan warna gigi dan posisi gigi, patah pada sebagian atau seluruh mahkota atau lepasnya gigi dari soket yang akan mengganggu fungsi gigi anterior dan estetik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui prevalensi fraktur mahkota gigi anterior berdasarkan klasifikasi, jenis kelamin, letak, elemen gigi dan penyebab fraktur gigi anterior, serta upaya perawatannya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan melakukan survei. Populasi pada penelitian ini adalah murid-murid SMU Negeri 1 Medan berjumlah 1594 orang dan jumlah sampel 300 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Prevalensi fraktur mahkota gigi anterior pada murid-murid SMU Negeri 1 Medan adalah 5,67%, pada laki-laki dijumpai 5,97% sedangkan perempuan 5,37%. Fraktur mahkota gigi anterior di rahang atas 4,67% dan di rahang bawah 1%. Elemen gigi yang paling banyak terkena fraktur adalah insisivus sentralis rahang atas. Penyebab terjadinya fraktur mahkota gigi anterior adalah 30% karena makan sesuatu yang keras, 20% jatuh, 20% terbentur/terantuk dan 5% aktivitas olahraga. Fraktur mahkota gigi anterior yang mengenai enamel (Klas I) 85% dan yang mengenai enamel dan dentin (KlasII)l5%. Upaya perawatan dan pencegahan terhadap fraktur mahkota gigi anterior sangat kurang, dimana hanya 5% yang merawat gigi fraktur dengan penghalusan tepi yang tajam dan 10% dengan pembuatan GTC. Tindakan pencegahan terhadap fraktur mahkota gigi anterior saat berolahraga dengan pemakaian mouthguard'hanya 0,94% Prof. Lina Natamiharja, drg, SKM

10 Bookmarks
 · 
729 Views