Article

Desain Arah Pasang Rotasi Gigitiruan Sebagian Lepasan Unilateral Dengan Molar Mandibula Yang Miring

Source: OAI

ABSTRACT 950600068 Persentase kehilangan gigi akibat kerusakan yang tidak dapat dipertahankan lagi lebih tinggi pada gigi posterior rahang bawah dibandingkan gigi posterior rahang atas. Penderita umumnya tidak segera menggantinya dengan gigitiruan. Akibat yang terjadi antara lain miringnya gigi tetangga ke regio yang kosong. Pada pembuatan gigitiruan sebagian lepasan (GTSL) unilateral gigi penyangga yang miring akan mempengaruhi arah pasang. Pada arah pasang konvensional untuk mendapatkan kesejajaran permukaan mesial gigi penyangga yang miring harus dilakukan blocking out sepanjang daerah gerong, akibatnya daerah edentulus menjadi lebih pendek sehingga mengurangi retensi dan stabilisasi. Alternattf desain keadaan tersebut adalah desain arah pasang rotasi. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana desain arah pasang rotasi dapat meningkatkan retensi dan stabilisasi pada GTSL unilateral dengan molar mandibula yang miring Penuisan skripsi dengan judul desain arah pasang rotasi GTSL unilateral dengan molar mandibula yang miring dilakukan dengan penelaahan tinjauan kepustakaan. Desain arah pasang rotasi digunakan pada klas HI dan klas IV Kennedy. Pada kondisi gigi penyangga yang miring retensi diperoleh dengan memanfaatkan komponen retentif yang kaku. Pada desain GTSL unilateral dengan molar mandibula yang miring diklasifikasikan arah pasang rotasi posterior anterior kategori I. Tipe dasar arah pasang rotasi adalah posterior anterior dengan menggunakan gerong mesial dari penyangga distal sebagai retensi. Berdasarkan pola rotasi termasuk kategori I Harena kategori 1 untuk kasus kehilangan gigi bagian posterior dengan dukungan gigi. Komponen-komponen desain arah pasang rotasi GTSL unilateral dengan molar mandibufa yang miring adalah aksis rotasi, sandaran oklusal yang panjang, cangkolan pemeluk yang pendek jika diperlukan, penahan kaku dan plat proksimal yang diperiuas, penahan langsung konvensional, sandaran tambahan (auxiliary). Prinsip dasar arah pasang rotasi ini adalah dengan memanfaatkan kemiringan gigi penyangga sebagai faktor retensi dimana bagian kaku dari kerangka logam yaitu konektor minor dan plat proksimal sebagai elemen retentif bagi gigitiruan. Derajat kemiringan gigi penyangga molar mandibula yang dapat ditoleransi untuk desain arah pasang rotasi dapat dianalisa dengan memperhatikan kedudukan yang tepat dari komponen-komponen arah pasang rotasi. Dengan demikian desain arah pasang rotasi ini dapat meningkatkan retensi dan stabilisasi pada gigi penyangga yang miring. Hazlinda Z. Temin, drg., M.Kes.

10 Bookmarks
 · 
732 Views