Article

Carbamazepine (Anti Konvulsi) Dalam Terapi Epilepsi Sebagai Penyebab Eritema Multiformis Mayor (Laporan Kasus)

Source: OAI

ABSTRACT 10E00447 Eritema Multiformis (EM) merupakan suatu reaksi hipersensitifitas akut pada kulit dan membrana mukosa yang mempunyai keparahan yang bervariasi dengan tanda khas lesi pada kulit yang menyebar simetris dan menyebabkan bermacam bentuk lesi, dimana erupsi kulit mendadak dan bersifat rekuren. Bila perawatan eritema multiformis ini tidak segera dilakukan, maka penyakit ini dapat berkembang menjadi kedalam bentuk yang lebih berat yaitu EM mayor atau Sindrom Stevens-Johnson (SSJ). Mukosa mulut mempunyai potensi untuk terjadinya reaksi hipersensitifitas, dalam hal ini obat-obatan, bahan kimia, makanan, dan minuman dapat menyebabkan terjadinya reaksi hipersensitifitas. Karena pada 70% pasien yang menderita Eritema Multiformis ditemukan lesi dirongga mulut, sehingga membuat peran dokter gigi sangat penting dalam perawatan penyakit ini. Jika penyakit ini sudah berkembang kedalam bentuk yang lebih parah dan dibiarkan tanpa dilakukan pengobatan dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini merupakan laporan kasus Eritema Multiformis dimana diduga faktor pemicunya ialah obat antikonvulsi yaitu carbamazepine. Dalam bidang kedokteran gigi obat ini efektif untuk mengobati neuralgia trigeminal namun memiliki banyak efek samping. Pada kasus ini eritema multiformis sudah berkembang ke bentuk EM mayor dengan keadaan umum yang berat. Penatalaksanaan untuk kasus ini ialah dengan penghentian semua pemakaian obat sebelumnya, dimana carbamazepine diduga sebagai faktor pencetus terjadinya penyakit ini dan pemberian obat kortikosteroid secara tapering off. Respon penyembuhan terlihat semasa perawatan kontrol dilakukan yaitu seminggu setelah pemberian obat dan gejala hilang keseluruhan setelah 3 minggu perawatan. Penggunaan carbamazepine sangat luas dibidang tenaga medis, maka penting bagi tenaga medis untuk mengetahui mekanisme dan efek samping carbamazepine dalam menyebabkan manifestasi di dalam mulut berupa Eritema Multiformis. Selain itu, perawatan dengan kortikosteroid juga dapat memberikan efek samping. Sehingga tenaga medis haruslah mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang eritema multiformis dan dapat melakukan diagnosa dan perawatan dengan tepat. Wilda Hafni Lubis, drg., MSi

13 Bookmarks
 · 
3,560 Views
  • [Show abstract] [Hide abstract]
    ABSTRACT: Toxic epidermal necrolysis (TEN) is a rare but life-threatening skin disease that is most commonly drug-induced. It has recently been suggested that Stevens-Johnson syndrome (SJS) belongs to the same group of skin disorders, although it has a lower mortality rate than TEN. We report the case of a 26-year-old male schizophrenic patient with a history of carbamazepine-induced SJS 5 years earlier. At the time of his current admission, he was admitted to our psychiatry department with acute agitation due to schizophrenia. However, the patient and his family denied history of drug allergy. After 3 days of carbamazepine treatment, the patient developed TEN (body surface area > 90%). He was transferred to the burn center, but despite appropriate treatment, including intravenous hydrocortisone 200 mg q6h and being covered with sterile biological material, he died. It is important to note that re-administration of a drug that previously caused SJS may lead to TEN, which has a very high mortality rate.
    Journal of the Formosan Medical Association 12/2007; 106(12):1032-7. · 1.00 Impact Factor

Full-text

View
27 Downloads
Available from