Article

Analisis Perkembangan Koperasi Di Kabupaten Dairi ,Studi Kasus Koperasi Unit Desa dan Koperasi Pertanian Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Siempat Nempu dan Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara

Source: OAI

ABSTRACT 010304035 Koperasi merupakan kumpulan orang-orang atau badan hukum yang berwatak sosial, dan bertujuan untuk perbaikan sosial ekonomi anggotanya dengan memenuhi kebutuan anggotanya dengan jalan berusaha bersama saling membantu antara yang satu dengan yang lainnya dan usahanya tersebut harus didasarkan atas prinsip-prinsip koperasi. Dalam hal ini, koperasi yang menjadi fokus penelitian adalah Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Pertanian (Koptan). Perbedaan yang mendasar diantara kedua koperasi tersebut adalah KUD merupakan koperasi yang basisnya desa atau kecamatan yang mengikuti semua kegiatan usaha, sedangkan Koperasi Pertanian merupakan koperasi yang dasarnya hamparan dari satu kelompok tani dengan satu komoditi yang sama dan lokasinya berdekatan, dan dapat dibentuk dengan jumlah anggota 25 orang. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah secara purposive, yaitu penentuan daerah dan sampel dipilih berdasarkan pada pertimbangan tertentu. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan Uji korelasi Rank Spearman. Dati hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Secara keseluruhan, koperasi selama 5 (lima) tahun terakhir (tahun 2000-2004) tidak mengalami perkembangan dari segi jumlah unit koperasi, jumlah anggota, jumlah modal, jumlah SHU dan Volume usaha di daerah penelitian. 2. Secara keseluruhan, tidak ada perkembangan kegiatan usaha koperasi di daerah penelitian, 3. Program-program pengembangan koperasi yang diberikan adalah program pendidikan, pelatihan, pembinaan dan penyegaran koperasi yang diberikan oleh pemerintah kepada pengurus atau anggota koperasi maupun yang diberikan pengurus kepada anggota. Juga dilaksanakan program perluasan usaha, program kerjasama antar koperasi dan kemitraan usaha, dan program penelitian dan pengembangan. Program yang dilaksanakan dengan baik adalah program pendidikan, pelatihan, pembinaan dan penyegaran koperasi. 4. Hubungan faktor internal dan eksternal koperasi terhadap perkembangan koperasi secara statistik mempunyai hubungan yang signifikan (nyata). 5. Manfaat yang diterima anggota dan bukan anggota koperasi adalah manfaat sosial dan manfaat ekonomi. 6. Masalah-masalah yang sering dihadapi koperasi untuk pengembangannya adalah kurangnya kesadaran anggota untuk menjalankan kewajibannya, kurangnya kepercayaan anggota kepada koperasi, lemahnya permodalan koperasi, tingkat kejujuran pengurus yang masih rendah, banyaknya usaha lain yang menjadi saingan koperasi, dan perhatian pemerintah yang kurang terhadap koperasi baik dari dinas koperasi maupun dari Bupati, Camat dan dinas-dinas lain. 7. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah koperasi adalah membuat permononan dana kepada BUMN, memberikan pembinaan dan pedidikan serta penyuluhan terhadap pengurus dan anggota koperasi, mengadakan Rapat Anggota Tahunan secara rutin, dan pengadaan fasilitas koperasi. 8. Berdasarkan usaha utama koperasi, perkembangan sisa hasil usaha, perkembangan volume usaha dan perkembangan permodalan dengan menghitung ROI (Return Of Investment), pemecahan masalah dan analisis SWOT usaha koperasi pada jangka pendek tidak layak, akan tetapi dalam jangka menengah dan jangka panjang usaha koperasi layak diusahakan, Koperasi juga tidak bisa hanya dinilai dari ROI tetapi dari keuntungan langsung yang diberikan koperasi kepada anggotanya seperti pembelian input produksi lebih murah, penjualan hasil pertanian yang lebih mahal dan tempat peminjaman modal (kredit). DR. Ir. Simanjuntak, MA

19 Bookmarks
 · 
1,730 Views