Article

Materi, Metode Dan Media Penyuluhan Peternakan Yang Disampaikan PPL Di Kabupaten Deli Serdang Dan Dampaknya Terhadap Sosial Ekonomi Peternak ( Studi Kasus : Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang )

Source: OAI

ABSTRACT 010309002 Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif dan pengolahan data primer. Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : Perkembangan materi, metode dan media penyuluhan peternakan dapat dilihat dari : Jumlah materi yang disampaikan selama tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan dimana tahun 2003 ada sebanyak 6 tahun 2004 ada sebanyak 5 dan tahun 2005 ada sebanyak 4. Jumlah metode yang digunakan, maka metode yang digunakan tidak menunjukkan penurunan ataupun peningkatan(tetap) dari tahun 2003 hingga tahun 2005.Jumlah media yang digunakan, maka media yang digunakan tidak menunjukkan penurunan ataupun peningkatan (tetap) dari tahun 2003 hingga tahun 2005. Penyampaian top down dan bottom up, bahwa materi yang bersifat bottom up yang disampaikan di daerah penelitian tidak menunjukkan penurunan taupun peningkatan (tetap).Sedangkan penyampaian materi yang bersifat op down menunjukkan penurunan dari tahun 2003 hingga tahun 2005. Materi yang disampaikan di daerah penelitian adalah bersifat top down dan ottom up. Materi yang bersifat top, down adalah materi yang berasal dari Dnas peternan atau penyuluh lapangan yang akan disampaikan kepada pasaran dengan memperhatikan kondisi lapangan di daerah penelitian. Adapun materi yang bersifat top down adalah sebagai berikut : Jenis sapi unggul di Indonesia, Konstruksi kandang yang efektif dan efisien, Manfaat mineral untuk sapi potong ,Bahan pakan ternak sapi potong,Pengertian umum dan manfaat IB , Pemberian obat cacing pada ternak sapi potong, Pengendalian penyakit lewat vaksinasi, Prospek bisnis sapi potong, Langkah awal dalam usaha penggemukan, Berbagai sistem penggemukan Materi yaqg bersifat bottom up adalah materi yang berasal dari sasaran untuk dipecahkan bersama - sama dengan penyuluh lapangan, Materi yang berasal dari sasaran biasanya timbul atau muncul pada waktu penyuluhan berlangsung dan juga pada waktu penyuluh lapangan melakukan kunjungan perorangan atau kelompok. Adapun materi yang bersifat bottom up adalah :Tanda - tanda birahi, Penyakit hewan ternak menular Septicemia Epizootica ( SE ) / penyakit ngorok, Masalah - masalah yang dihadapi kelompok peternak dalam menerima materi, metode dan media penyuluhan peternakan adalah sebagai berikut : Sulitnya memperoleh jenis sapi unggul, Keterbatasan modal yang dimiliki oleh peternak, Bahan inseminasi buatan tidak selalu ada di lapangan, Ketidaksesuaian materi yang disampaikan oleh PPL kepada peternak,Waktu yang tidak sesuai dengan kondisi peternak, Materi yang diberikan PPL tersebut disatu sisi dapat menambah biaya dalam usaha ternak mereka namun disisi lain tidak menambah pendapatan usaha ternak. Upaya - upaya yang dilakukan kelompok untuk mengatasi masalah – masalah dalam menerima materi, metode dan media penyuluhan peternakan adalah sebagai berikut :a. Mencari bibit sapi unggul ke luar daerah penelitian dan jika tidak ada,mereka harus menunggu peternak yang ada di daerah penelitian yang ingin menjual ternaknya,b. Meminjam modal diantara sesama mereka c. Bertanya diantara sesama peternak atau menghubungi langsung mantri ternak. d. Berusaha ternak berdasarkan cara berternak yang dilakukan oleh sesama peternak di daerah penelitian atau berdasarkan kebiasaan sehari - hari. e. Datang terlambat mengikuti kegiatan penyuluhan ataupun tidak mengikuti kegiatan penyuluhan sama sekali. f. Membuat konstruksi kandang ternak mereka sesuai dengan keinginan dan keadaan ekonomi mereka. Dampak sosial ekonomi kelompok peternak jika dibandingkan dengan bukan kelompok peternak dalam menerima materi, metode dan media penyuluhan peternakan adalah sebagai berikut : Dampak sosial meliputi Keterampilan beternak ,Pengetahuan,Dampak Ekonomi,Pendapatan Dari Usaha ternak ,Pendapatan rata - rata kelompok peternak dari usaha ternak sapi potong lebih tinggi dibanding dengan pendapatan bukan kelompok peternak dari usaha ternak sapi potong, Sehingga dapat disimpulkan bahwa materi, metode dan media penyuluhan peternakan berdampak terhadap pendapatan kelompok peternak. Ir. Lily Fauzia, M.Si

17 Bookmarks
 · 
2,069 Views