Article

Analisis Usahatani Stroberi (Studi Kasus : Desa Tongkoh Kecamatan Tiga Panah, dan Desa Korpri Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo)

Source: OAI

ABSTRACT 09E00255 Tanaman stroberi cocok diusahakan di daerah Tanah Karo. Salah satunya ada di Desa Tongkoh Kecamatan Tiga Panah dan Desa Korpri Kecamatan Berastagi. Usahatani stroberi membutuhkan biaya selama proses produksinya berlangsung yang meliputi: biaya perawatan, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, biaya pajak, dan biaya obat-obatan yang dinilai dengan rupiah. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan di tentukan secara purposive. Penentuan atau penarikan sampel dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer diperoleh melalui daftar kuisioner dan hasil wawancara langsung dengan petani, sedangkan data skunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti: penyuluh pertanian, monografi Kecamatan Tiga Panah, dan monografi Kecamatan Berastagi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1. Sistem pengolahan usahatani stroberi di Desa Tongkoh dan Desa Korpri mulai dari pengolahan lahan, penanaman, penyiangan, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan dan panen adalah masih rendah atau masih bersifat sederhana. 2. Produktivitas petani stroberi di Desa Tongkoh adalah 13.847,62 Kg/Ha dan di Desa Korpri sebesar 15.305,67 Kg/Ha masih jauh lebih rendah dari produktivitas stroberi menurut literatur (57.142,85 Kg/Ha) artinya produktivitas di daerah penelitian masih rendah dibandingkan dengan literatur. 3. Pendapatan bersih per musim tanam di Desa Tongkoh Rp 8.303.618 dan di Desa Korpri Rp 11.501.133 sedangkan pendapatan bersih usahatani stroberi/bulan di Desa Tongkoh adalah sebesar Rp 415.181 dan di Desa Korpri adalah sebesar Rp 575.057, dan bila dibandingkan dengan Upah Minimum Propinsi yaitu sebesar Rp 767.000 dan Upah Minimum Kabupaten/Kota Karo yaitu sebesar Rp 755.000. Pendadapatan bersih di daerah penelitian masih rendah. 4. Hasil analisis usahatani stroberi di kedua desa penelitian diperoleh R/C>1 maka secara ekonomi usahatani stroberi ini layak untuk dilaksanakan. 5. Masalah-masalah yang dihadapi oleh petani stroberi di Desa Tongkoh maupun di Desa Korpri adalah kurangnya modal dan belum berfungsinya lembaga penyuluhan dengan sempurna. 6. Upaya-upaya yang dilakukan petani dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya di Desa Tongkoh dan Desa Korpri yaitu dengan meminjam modal kepada tetangga atau sanak keluarga dengan perjanjian di bayar pada saat panen serta membeli majalah trubus atau buku stroberi sambil melakukan diskusi secara bersama. Ir. AT Hutajulu, MS; Nelvariani Hanafi, SP. M.Si

3 Bookmarks
 · 
671 Views