Article

Analisis Finansial Usahatani Wortel (Studi Kasus : Desa Sukadame, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo

Source: OAI

ABSTRACT 09E00248 Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2007, penentuan daerah penelitian didasarkan bahwa daerah ini merupakan salah satu sentra produksi penghasil wortel di Kabupaten Karo. Pengambilan sampel petani dilakukan secara Simple Random Sampling yakni dengan mempertimbangkan tingkat populasi, biaya, waktu dan tenaga, dimana pada Desa Sukadame terdapat populasi penanam wortel 200 KK, dan diambil sampel sebanyak 30 KK untuk dijadikan sampel dalam penelitian. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui daftar kuisioner dan wawancara langsung dengan petani, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait seperti Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Kantor Kepala Desa Sukadame. Dari penelitian diperoleh hasil : 1. Perkembangan usahatani wortel selama 5 tahun terakhir ini adalah meningkat (meliputi: Luas lahan, produksi, produktivitas, dan harga) di daerah penelitian. 2. Teknik budidaya wortel di daerah penelitian masih sederhana. 3. Hubungan karakteristik petani (meliputi: umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan pengalaman bertani) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap pendapatan. 4. Usahatani wortel secara analisis usahatani menguntungkan dengan rata-rata pendapatan petani permusim tanam per petani dan per Ha adalah 1,493,036.46 Rp/petani dan 3,456,262.38/Ha. 5. Usahatani wortel di daerah penelitian secara finansial layak (menguntungkan) untuk diusahakan dan dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata NVP 3,252,952.93 > 0, nilai B/C 1,60 > 1, nilai IRR 62.50% > I (6.25%) per musim tanam. 6. Masalah-masalah yang dihadapi para petani yaitu tidak adanya lembaga koperasi desa yang dapat mendukung dan membantu petani dalam memasarkan hasil produksi wortel dan masalah musim (kemarau). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah para petani adalah petani bersatu dalam membentuk koperasi desa sehingga petani punya kekuatan untuk memasarkan sendiri hasil produksinya dan memberikan informasi yang jelas kepada para petani bagaimana bercocok tanam wortel yang baik. Prof. Dr. Ir. H. Meneth Ginting, MADE; Dr. Ir. Salmiah, MS

13 Bookmarks
 · 
1,563 Views