Article

Usaha Tambak Udang Rakyat Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Langkat

Source: OAI

ABSTRACT D0000647 Budidaya perairan khususnya tambak udang merupakan salah satu andalan yang memberikan kontribusi terhadap ekspor non-migas Sumatera Utara. Udang sebagai komoditi ekspor, di tahun 1970-an merupakan hasil laut yang diperoleh dari penangkapan. Penangkapan yang terus menerus, akhirnya menyebabkan sumber dava alami udang laut cenderung menurun. Sehingga oleh karena alasan ini di beberapa negara produsen udang mulai menerapkan dan menggalakkan budidaya udang dengan sistem tambak. Selama ini masih kurang penelitian-penelitian yang menganalisis aspek sosio-ekonomis sistem budidaya tambak udang rakyat, petambak kecil kurang diperhatikan sistem budidayanya. Selain itu penelitian tentang ekonomi produksi, hasil produksi yang dihasilkan oleh petambak belum diketahui apakah optimal dan efisien secara ekonomis, dikaitkan dengan harga-harga yang berlaku di pasar baik harga hasil produksi dan harga faktor-faktor produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat optimasi dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi oleh para petambak, perbedaan skala ekonomi, pengaruh usaha tambak udang terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pengembangan wilayah Kabupaten Langkat, serta melihat kelayakan ekonomi usaha tambak udang. Penelitian ini dilakukan di desa Perlis, Tangkahan Durian, Lubuk Kasih dan Lubuk Kertang kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat. Pengambilan sampel ditetapkan 32 usaha tambak udang dengan memperhatikan jenis usaha tambak udang. Tiap desa terdiri 4 usaha tambak udang intensif dan 4 semi intensif. Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji beda rata-rata, regresi dan analisis kelayakan ekonomi seperti NPV, IRR dan Net B/C ratio. Hasil produksi tambak udang semi intensif lebih kecil daripada tambak udang intensif. Tambak udang semi intensif hanya menghasilkan produksi rata-rata per hektar sekitar 1.139 kilogram sedangkan tambak udang intensif mampu menghasilkan produksi sampai dengan 4.795 kilogram. Dari pengujian beda rata-rata hasil produksi dan penggunaan faktor-faktor produksi, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara tambak udang semi intensif dengan tambak udang intensif pada pengujian 1 persen. Hasil produksi, kepadatan benur dan penggunaan pakan tambak udang semi intensif lebih kecil daripada tambak udang intensif, sedangkan tambak udang semi intensif lebih banyak menggunakan tenaga kerja daripada tambak udang intensif. Rata-rata harga jual per kilogram udang di kecamatan Berandan Barat sekitar Rp. 43.859, dengan rentang Rp. 26.000 sampai dengan Rp. 68.000. Harga jual udang dari tambak udang semi intensif lebih kecil yaitu rata-rata RP. 35.856 per kilogram sedangkan hasil produksi udang dari tambak intensif mencapai RP. 51.863 per kilogram. Melalui pengujian beda rata-rata, variabel harga produksi ini menunjukkan perbedaan yang nyata pada pengujian 1 persen dan harga benur berbeda nyata pada pengujian 5 persen. Fungsi produksi udang pada seluruh sampel menunjukkan variabel kepadatan dan pakan berpengaruh nyata pada pengujian 1 persen sedangkan variable tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Prof. Bachtiar Hassan Miraza, Dr. Ir. Meneth Ginting, MADE

23 Bookmarks
 · 
4,192 Views