Article

Analisis Faktor Penyebab Pendapatan Petani Miskin di Kecamatan Deli Tua

Source: OAI

ABSTRACT D0400224 Kemiskinan merupakan salah satu masaiah utama yang dihadapi oleh negara-negara berkembang. Krisis ekonomi di negara-negara Asia pada akhir tahun 90-an hingga kini semakin menambah jumlah keluarga miskin di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyebab kemiskinan, khususnya daerah pedesaan, adalah tingkat pendidikan dan penguasaan lahan, begitu juga ada hubungan signifikan (nyata) antara kemiskinan di pedesaan dengan pengelolaan lahan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas bahwa kemiskinan pedesaan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan kepala keluarga, penguasaan alas luas lahan, serta kondisi alam (lahan pertanian). Demikian juga, pada penelitian 'Analisis Faktor Penyebab Pendapatan Petani Miskin di Keeamatan Deli Tua' ini diduga pendapatan rumah tangga petani dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan kepala keluarga, luas penguasaan lahan, akses terhadap lembaga keuangan, keberadaan alternatif usaha dan jumlah tanggungan keluarga. Tujuan penelitian tesis ini adalah; (I) untuk mengetahui apakah luas penguasaan lahan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, aksesibilitas terhadap lembaga keuangan dan keberadaan alternatif usaha berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani, (2) untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan luas lahan terhadap tingkat pendapatan, (3) untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan status lahan milik sendiri dan menyewa terhadap tingkat pendapatan, dan (4) untuk mengetahui distribusi pendapatan antara petani yang menguasai luas garapan 0,5 ha dengan petani yang menguasai luas garapan yang lebih besar dari 0,5 ha. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 68 buah di 6 (enam) kelurahan dan desa di kecamatan Deli Tua, kabupaten Deli Serdang, yaitu kelurahan Deli Tua, Deli Tua Barat dan Deli Tua Timur dan desa Mekar Sari, Kedai Durian dan Suka Makmur. Kemudian data dianalisis dengan teknik statistik Analisa Regresi Berganda, Chi-Square dan Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani selanjutnya terhadap kondisi kemiskinan rumah tangga petani adalah keberadaan alternatif usaha dan luas penguasaan lahan. Kemudian, berdasarkan Uji Statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan luas penguasaan lahan secara signifikan terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani, namun untuk status penguasaan lahan baik hak milik maupun sewa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada tingkat pendapatan rumah tangga petani. Sedangkan berdasarkan Gini Ratio, distribusi pendapatan pada rumah tangga petani dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 ha lebih merata dibandingkan dengan penguasaan lahan lebih besar dari 0,5 ha. Sebagai bahan dalam pembuatan kebijakan pengentasan kemiskinan, signifikannya keberadaan alternatif usaha bagi rumah tangga pertanian untuk meningkatkan tingkat pendapatannya, maka perlu dilakukan pengembangan usaha rumah tangga petani seperti industri makanan ringan, kerajinan, memelihara ternak dan pemanfaatan lahan pekarangan serta melakukan pola pertanian palawija seperti kacang-kacangan, jagung, ubi dan sayur-sayuran. Selain itu, perlu dilakukan oleh pemerintah pemberian subsidi pupuk dan obat-obatan pertanian, menjaga stabilitas harga produk pertanian, dan lain sebagainya menguasai luas garapan 0,25 ha dengan petani yang menguasai luas garapan yang lebih besar dari 0,25 ha. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 68 buah di 6 (enam) kelurahan dan desa di kecamatan Deli Tua, kabupaten Deli Serdang, yaitu kelurahan Deli Tua, Deli Tua Barat dan Deli Tua Timur dan desa Mekar Sari, Kedai Durian dan Suka Makmur. Kemudian data dianalisis dengan teknik statistik Analisa Regresi Berganda, Chi-Square dan Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani selanjutnya terhadap kondisi kemiskinan rumah tangga petani adalah keberadaan alternatif usaha dan luas penguasaan lahan. Kemudian, berdasarkan Uji Statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan luas penguasaan lahan secara signifikan terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani, namun untuk status penguasaan lahan baik hak milik maupun sewa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada tingkat pendapatan rumah tangga petani. Sedangkan berdasarkan Gini Ratio, distribusi pendapatan pada rumah tangga petani dengan penguasaan lahan kurang dari 0,25 ha lebih merata dibandingkan dengan penguasaan lahan lebih besar dari 0,25 ha. Sebagai bahan dalam pembuatan kebijakan pengentasan kemiskinan, signifikannya keberadaan alternarif usaha bagi rumah tangga pertanian untuk meningkatkan tingkat pendapatannya, maka perlu dilakukan pengembangan usaha rumah tangga petani seperti industri makanan ringan, kerajinan, memelihara ternak dan pemanfaatan lahan pekarangan serta melakukan pola pertanian palawija seperti kacang-kacangan, jagung, ubi dan sayur-sayuran. Selain itu, perlu dilakukan oleh pemerintah pemberian subsidi pupuk dan obat-obatan pertanian, menjaga stabilitas harga produk pertanian, dan lain sebagainya. Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS

8 Bookmarks
 · 
1,391 Views