Article

Analisis Dan Strategi Pemanfaatan Ruang Di Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam

Source: OAI

ABSTRACT 08E00458 Judul penelitian ini adalah “Analisa dan Strategi Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Gayo Lues Nangroe Aceh Darussalam”. dengan tujuan untuk Mengkaji Dan Mengevaluasi Kemungkinan Penyimpangan Pemanfaatan Tat Ruang Dengan Rencana Tata Ruang, dan Merumuskan Arahan Strategi Dalam Perencanaan Tata Ruang. Lokasi penelitian ini dilakukan di kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan luas wilayah 571.967 Ha. Kabupaten Gayo Lues secara administrative meliputi 5 kecamatan yaitu kecamatan Blangkejeren, Pindieng, Kuta Panjang, Rikit Gaib dan kecamatan Terangon. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder, data primer di peroleh melalui wawancara mendalam dan pertanyaan terstruktur berbentuk kuisioner, kriteria yang digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian.di mana kriteria responden adalah terdiri dari 11 orang diantaranya pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), sedangkan data skunder di peroleh dari instansi-instansi terakait seperti BAPPEDA, kantor pertanahan nasional, Bkosurtanal, direktorat geologi tata lingkungan dan sumber daya mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesuai dengan hasil analisis SWOT bagaimana mengoptimalkan rencana tata ruang mengikuti pertumbuhan sektoral dan permintaan pasar pertumbuhan sektoral dan pemanfaatan ruang optimal apabiala alokasi ruang yang dimanfaatkan sesuai dengan kriterian peruntukan ruang yang telah direncanakan (digariskan) dalam RTRW, peruntukan ruang tersebut memberikan manfaat secara optimal bagi kesejahteraan umat manusia dan mahluk hidup lainnya. Dalam hal ini kabupaten Gayo Lues tidak ada memberikan batasan optimal/ideal dalam pemanfaatan lahan yang ada hanya berpedoaman pada RTRW yang ada. Penggunaan lahan saat ini di kabupaten sebagian besar sudah sesuai dengan kesesuaian lahan kecuali terdapat penyimpangan dimana 40.768 ha pemukiman dan 529 ha pertanian lahan basah yang terdapat dikecamatan putrid betong yaitu 9 desa berlokasi pada kawasan lindung 529 TNGL, untuk fungsi hutan sebagian besar sudah sesuai dengan peruntukannya dimana 36.89% hutan lindung saat ini, luasan ini sangat ideal sebagai penyeimbang ekosistem dalam suatu DAS, yang sesuai dengan UU no. 41 tahun 1999 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan menyebutkan hanya 30% kawasan hutan yang harus dipertahankan. Penggunaan lahan saat ini di kabupaten Gayo Lues sebagian besar sudah sesuai rencana tata ruang kesuali terdapat penyimpangan penggunaan lahan dimana tempat pemukiman masyarakat dijadikan kawasan pariwisata dan lahan untuk pertanian lahan basah (sawah) dijadikan untuk pemukiman masyarakat hal ini banyak terjadi di kecamatan Blangkejeren dan kecamatan kota Panjang. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan ruang di kabupaten Gayo Lues mempunyai kekuatan dan peluang sehingga strategi yang dapat dilaksanakan adalah dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki juga memanfaatkan peluang yang ada. (Prof. . Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc, P.hd; lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE; (Prof. Drs. Robinson Tarigan, MRP

3 Bookmarks
 · 
310 Views