Article

Faktor-Faktor Yang Mendasari Pengambilan Keputusan Dalam Pelaksanaan Akreditasi Rumah Sakit Di Kota Medan Sebuah Kajian Kualitatif

Source: OAI

ABSTRACT 05004299 Peningkatan mutu pelayanan kesehatan masih merupakan fokus perhatian bagi banyak kalangan di Indonesia. Akreditasi rumah sakit merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi mutu pelavanan rumah sakit. Di Indonesia akreditasi rumah sakit dilakukan oleh pemerintah melalui KARS. Sampai dengan pertengahan tahun 2004 cakupan program akreditasi Kota Medan baru mencapai 11,7%. Ini menunjukkan masih rendahnya pelaksanaan program. Untuk mengetahui penyebab lambannya pertumbuhan akreditasi perlu diketahui faktor-faktor yang mendasari pengambilan keputusan manajemen rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor kendala maupun pendukung yang dihadapi manajemen rumah sakit dalam pengambilan keputusan akreditasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder dan hasil wawancara, pengamatan dan penelusuran dokumentasi yang diolah dengan teknik analisa abstraksi. Pendekatan prosesual dengan 'actor-based model' digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian mengungkapkan paling sedikit 8 faktor yang mendasari pengambilan keputusan akreditasi oleh manajemen rumah sakit, yaitu: komitmen, sanksi, reward, manfaat, sumber daya manusia, anggaran, mekanisme dan persaingan rumah sakit. Terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan program akreditasi dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara diantaranya: tata hubungan kerja antara pusat dan daerah, perangkat hukum yang lemah, keluhan terhadap sumber daya manusia dan keterbatasan anggaran. Sedangkan peran dan fungsi PERSI dalam akreditasi masih sebatas memberikan himbauan kepada rumah sakit. Berdasarkan kondisi di atas disarankan rumah sakit perlu meningkatkan komitmen seluruh jajarannya melalui peningkatan akses informasi akreditasi dan membuat program sosialisasi internal rumah sakit. Kepada pemerintah dan orgarusasi profesi (PERSI) masih diperlukan peran dalam penyelenggaraan dan pengelolaan akreditasi rumah sakit di Kota Medan, antara lain melalui: sosialisasi, advokasi dan peningkatan sumber daya manusia. Improvement of health service quality is still a focus of many people in Indonesia. Hospital accreditation is one of methodes for evaluation quality of hospital service. In Indonesia, the accreditation has been mplemented by government through Joint Committee on Hospital Accreditation (KARS). Until the middle 2004, the coverage of such an accreditation program in Medan still reached 11,7%. It indicated that the mplementation of such an accreditation was still inadequate. In order to know the causes of the delayed accreditation growth, it is necessary to know the underlying factors of decision-making related to hospital management. The objectives of this study is to find know several challenging and even supportive factors facing by the hospital management in decision-making of accreditation. The type of the present study included qualitative one. The used data included primary and secondary resulting from an interview, observation and documentation processed by abstractive analysis method. The procedural approach with actor-basedmode/wasusedfor data analysis. The results of the study showed that at least 8 factors underlying the decision making of accreditation by the hospital management; commitment, sanction, reward, benefit, human resources, budget, mechanism and hospital competition. There were several challenges in managing the accreditation program in the Provincial Health Department such as working relationship between the central and regional, the lack of legal apparatus, complaint of inadequate human resources and financial budget. Where as the role and function of PERSI in accreditation was still merely to provide the hospitals with suggestions and advices. Based on the circumstances as mentioned obove, it is suggested that any hospitals to improve their commitment through improvement of information access to accreditation and make internal socialization program of the hospitals. For the government and professional organization (PERSI), their roles are required for implementation and management of the accreditation in Medan through; socialization, advocacy and improvementof human resources. Drs. Amir Syamsu Nadapdap, MA

2 Bookmarks
 · 
588 Views