Article

Pengaruh Sosial Budaya Masyarakat Terhadap Tindakan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekan Baru

Source: OAI

ABSTRACT 09E00781 Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan yang ada di masyarakat. ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan lainnya. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, termasuk di Provinsi Riau yaitu 31,96%, demikian juga di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Pesisir yaitu sebesar 21,2%. Faktor sosial budaya masyarakat merupakan salah satu penghambat dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial budaya terhadap tindakan pemberian ASI eksklusif, dilakukan penelitian survei dengan pendekatan explanatory research, sampel sebanyak 78 orang ibu menyusui, sampel diambil secara proportional random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji regresi berganda pada ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan dominan pada kategori sedang (67.9%), dan secara statistik berpengaruh terhadap tindakan pemberian ASI Eksklusif (p=0,000). Variabel nilai/norma tentang tindakan pemberian ASI Eksklusif dominan pada kategori sedang (66,7%), dan secara statistik berpengaruh terhadap tindakan pemberian ASI Eksklusif (p=0,000). Variabel keyakinan/kepercayaan tentang tindakan pemberian ASI Eksklusif dominan pada kategori sedang (74.4%), dan secara statistik berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif (p=0,028). Faktor atau variabel yang paling berpengaruh (dominan) terhadap tindakan pemberian ASI Eksklusif adalah variabel pengetahuan (?=0,241). Dengan demikian aspek yang paling besar berperan adalah variabel pengetahuan di samping variabel nilai/norma dan keyakinan/kepercayaan dalam tindakan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif dengan melakukan sosialisasi informasi ilmu pengetahuan dan manfaat ASI eksklusif bagi para ibu yang memiliki bayi. Perlu pendidikan kesehatan pada keluarga (masyarakat) melalui penggunaan media dan melalui selebaran atau poster. Praktek-praktek promosi pemberian susu botol kepada bayi usia <6 bulan dikontrol seketat mungkin agar tidak menyesatkan masyarakat. Serta kinerja tenaga kesehatan hendaknya ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemberian ASI Eksklusif. Exlusive breastfeeding is one of healthy activity which exist in society. Exlusive brestfeeding is feeding breast milk to baby since the birth until 6 months without any other food. The coverage of Exlusive breastfeeding in Indonesia is still in low level, including in Riau Province is 31,96%, and also in working area of Rumbai pesisir’s Community Health Centre is 21,2%. Sociocultural of society is one of obstacle factor in Exlusive breastfeeding. This research is for analyze influence factor of sociocultural on the action of Exlusive breastfeeding. Survey research has done by using Explanatory research, for 78 breastfeeding mothers, sample has taken as Proportional random sampling. Data analysis uses Multy regression test on ?=0,05. The result of study shows the variable of knowledge is dominant at the middle category (67,9%) and influence statistically on breastfeeding action (p=0,000). Value/norm variable on breastfeeding action is dominant at the middle category (66,7%), and influence statistically on Exlusive breastfeeding action (p=0,000). Belief variable on breastfeeding action is dominant at the middle category (74,4%), and influence statistically on Exlusive breastfeeding (p=0,028). The most influence dominantly factor or variable on breastfeeding action is knowledge variable (?=0,241). Thus, the most influential aspect is knowledge variable beside value/norm and belief variables in breastfeeding action. Improvement is expected by doing socialization of knowledge information and benefit of Exlusive breastfeeding for mothers who have babies. It is necessary to teach health education for society by using media and brochures or posters. The promotion practices of formulated milk is controlled strictly to mislead not in society. The performance of health employees must be improved to increase knowledge on Exlusive breastfeeding for society. Prof. Drs. Subhilhar,MA,PhD; Drs. Zulkifli Lubis, MA

24 Bookmarks
 · 
1,663 Views