Article

Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Terhadap Status Gizi Anak Balita di Wilayah Pesisir Kabupaten Bireuen

Source: OAI

ABSTRACT 08E00405 Masalah gizi masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja, melainkan aspek ekonomi, sosial-budaya, dan sebagainya. Kasus gizi buruk pada anak balita yang meningkat akhir-akhir ini di Indonesia telah menyadarkan pemegang kebijakan untuk melihat lebih jelas bahwa anak balita sebagai sumber daya untuk masa depan ternyata mempunyai masalah yang sangat besar. Faktor penyebab kurang gizi, pertama makanan yang kurang dan penyakit infeksi yang mungkin diderita anak. Kedua, ketahanan pangan di keluarga, pola pengasuhan anak, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan, ketiga faktor tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan metode explantory research (penjelasan) yaitu mencari seberapa besar pengaruh faktor sosial ekonomi dan budaya masyarakat terhadap status gizi anak balita di Wilayah Pesisir Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi yang terdiri dari: pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan faktor budaya masyarakat yaitu pengetahuan, pola makan, makanan pantangan, distribusi makanan dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berpengaruh terhadap status gizi anak Balita di wilayah pesisir Kabupaten Bireuen adalah tingkat pengetahuan (B= 0,260). Variabel yang tidak berpengaruh dalam penelitian ini adalah pendapatan, jumlah anggota keluarga,makanan pantangan dan distribusi makanan dalam keluarga. Disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten untuk meningkatkan, pengetahuan tentang kesehatan gizi serta bagaimana pola makan yang baik bagi anak balita melalui pelatihan kader posyandu dan perlu ditingkatkan penyuluhan terhadap ibu-ibu anak balita tentang pentingnya kesehatan gizi anak balita serta perlu penyebaran informasi lewat promosi kesehatan yang meluas. The problem of nutrient in the community is not only dealing with the aspect of health but also the aspects of economy, socio-culture, and others. The case of poor nutrient in the under five-years old children which is increasing lately in Indonesia has made the policy makers realize that they need to see clearly the under five-years old children as the future human resources with a big problem. The causal factors of the children’s having less nutrient are, first, that they might develop an infectional disease; second, their family’s food supply, the pattern of child care, health service and health environment; third, level of education, knowledge and family’s skill. This survey with explanatory research method to examine how and to what extent the factors of socio-economy and community’s culture influence the nutrient status of the under five-years old children in the Coastal Area of Bireuen District. The purpose of this study is to analyze the influence of the economic factors including education, occupation, income, number of family’s member, and the community’s culture such as knowledge, eating pattern, food which are religiously not allowed to consume, food distribution in a family. The result of this study reveals that the variables which have an influence on the nutrient status of the under five-years old children in the Coastal Area of Bireuen District are level of knowledge (B = 0.260). The variables which do not have any influence in this study are income, number of family’s member, food which are religiously not allowed to consume, and food distribution in a family. It is suggested that the Bireuen District Health office improve the knowledge of community on nutrient health and good eating pattern for the under five-years old children by training the cadres of integrated health service posts (Posyandu), increase the frequency of extensions for the mothers of the under five-years old children on the importance of nutrient health of the under five-years old children, and distribute information through spread health promotion. Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, MSi ; Ernawati Nasution, SKM, M.Kes

21 Bookmarks
 · 
2,124 Views