Article

Analisis Sistem Pengelolaan Industri Tekstil Dalam Upaya Meminimisasi Limbah Cair Di Kota Medan

Source: OAI

ABSTRACT Berbagai langkah penyederhanaan dalam birokrasi diambil oleh pernerintah seumpama deregulasi dan debirokratisasi adalah bertujuan mempercepat tumbuhnya berbagai jenis industri terutama industri non migas seperti industri pangan, kimia, alat listrik dan logam, bahan bangunan dan industri tekstil. Mengingat keberadaan industri sangat diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi dan merupakan syarat mutlak bagi perbaikan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup bangsa dan negara. Salah satu industri yang tumbuh dan berkembang dengan pesat adalah industri tekstil yang dipandang cukup berperan dalam menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 6-7% per tahun pada tahun 1995. Namun pertumbuhan tersebut harus dibayar dengan harga mahal karena pembangunan industri pada masa lalu (Pelita I) dilakukan kurang memperhatikan keberlanjutannya, seperti yang terjadi di wilayah industri Pulo Brayan Medan. Disamping tata letak pabrik (layuot) tidak mengikuti aturan tata ruang serta lokasinya tidak sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Wilayah Perkotaan, juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Akibatnya, secara ekologi industri-industri di wilayah tersebut banyak menimbulkan pencemaran dan merusak sumber daya alam dan lingkungan karena mengeluarkan limbah yang tidak sesuai dengan syarat baku mutu. Sampai sejauh ini telah banyak upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk meminimalkan dampak negative terhadap lingkungan akibat kegiatan industri, seperti adanya UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, PP No. 27 Tabun 1999 mengenai Analisa Dampak Lingkungan dan PP No. 18 juneto PP No. 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan PP No. 20 Tahun 1990 tentang Pengedalian Pencemaran Air serta KEPMENLH No.51/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri. Namun upaya tersebut belum memperlihatkan hasil seperti yang diharapkan. Data hasil Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Bapedalda Provinsi Sumut Tahun 2000 terhadap industri tekstil Trimurni Pulo Brayan Medan memperlihatkan harga beberapa parameter limbah seperti BOD, COD, TS dan pH masing-masing 356 mg/L, 727 mg/L, 887 mg/L dan 5,7 adalah suatu harga yang jauh lebih besar dari baku mutu dan perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: l) Sistem pengelolaan industri dan kondisi proses pengolahan limbah pada industri tekstil dikaitkan dengan mutu limbah yang dihasilkan; 2) Cara-cara pengendalian proses dalam rangka meminimisasi limbah industri tekstil berdasarkan prosedur sistem manajemen lingkungan; 3) Mutu limbah yang dihasilkan dan proses pengolahan limbah pada rekondisi operasi. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu : 1) Penelitian pendahuluan dan 2) Penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan secara observasi guna mendapatkan data sekunder berkaitan dengan sistem pengelolaan, proses produksi, aliran limbah, sumber limbah, debit limbah dan proses pengolahan limbah cair. Penelitian utama menggunakan metoda eksperimen meliputi perencanaan rekondisi operasi pada unit produksi dan pada unit pengolahan air limbah. Rekondisi operasi pada unit produksi berupa re-layout aliran bahan dan limbah menjadi 2 jalur yaitu: jalur I aliran tanpa melalui Zet-Dyeng dan jalur II melalui Zet-Dyeng, sedangkan pada unit pengolahan air limbah dengan cara melakukan pengolahan dalam sebuah instalasi pengolahan limbah yang dirancang sama bentuknya dengan unit pengolahan yang sebenarnya. Proses yang berlangsung secara batch berdasarkan prinsip pengolahan cara kimiawi (koagulasi-flokulasi) terhadap 2 sumber sampel, memiliki perlakuan rekondisi operasi kecepatan pengadukan dan perbandingan koagulan, masing-masing terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu: Rl, R2 dan R3 untuk kecepatan pengadukan dan Cl, C2 dan C3 untuk perbandingan koagulan-flokulan dengan 2 ulangan. Penelitian dilaksanakan di lokasi industri tekstil Trimurni Pulo Brayan Medan, kecuali analisa parameter sampel limbah hasil pengolahan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi SumateraUtara. Dan berbagai perlakuan pada penelitian utama ini diperoleh data primer yang telah diolah guna mengetahui mutu limbah hasil proses pada tiap-tiap rekondisi operasi dan dibandingkan dengan mutu limbah hasil pengolahan pada IPAL industri tekstil itu sendiri. Dalam pengolahan data, penelitian ini menggunakan metoda deskriptif dan analisa statistik induktif (ANOVA) Uji F terhadap kedua sumber sampel untuk, dengan bantuan program SPSS pada probabilitas output> 0,05 pengujian tidak signifikan dan probabilitas output < 0,05 pengujian signifikan pada selang kepercayaan 95%. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa perlakuan rekondisi operasi pada industri tekstil Trimurni menunjukkan hasil positif, artinya pada uji lanjutan. Uji Tukey terdapat perbedaan nyata pada level 0,05 antara satu perlakuan dengan lainnya terhadap parameter BOD, COD dan TS, kecuali untuk parameter pH yang tidak semuanya menunjukkan perbedaannya baik untuk sumber sampel jalur I maupun sampel dari jalur II. Dari hasil analisa parameter yang digambarkan pada Gambar 4.2 - 4.7 juga terlihat adanya penurunan harga parameter tersebut akibat rekondisi operasi. Persentase penurunan harga parameter BOD,TS dan pH tertinggi ada pada kecepatan pengadukan 50-100 rpm dan perbandingan koagulan 500 mg/L sedangkan parameter COD terjadi pada perbandingan koagulan 750 mg/L dan kecepatan pengadukan 100-150 rpm. Rekondisi operasi dapat meningkatkan rata-rata efiensi proses pengolahan masing-masing 37% untuk BOD jalur I, 38% jalur II; COD 49% jalur I, 47% jalur II; dan untuk TS 37,2% jalur I, 36,5% jalur II. Temuan penelitian yang dianalisa secara deskriptif terhadap sistem pengelolaan industri teksti Trimurni, meskipun tidak menunjukkan nilai SWOT yang berarti/tinggi namun dalam system pengelolaannya banyak terdapat kelemahan pada berbagai unsur produksi seperti susunan (layout) pabrik kurang sitimatis, penjadualan dan pengendalian proses kurang efisien dan perencanaan proses pengolahan air limbah tidak efektif. 04011741

12 Bookmarks
 · 
2,281 Views