Article

Hubungan Kinerja Guru Dengan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Siswa Peduli Lingkungan Hidup Pada Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Di SMK Kota Medan

Source: OAI

ABSTRACT RINGKASAN Pelestarian lingkungan hidup perlu mendapat perhatian semua warga dunia karena sumber daya alam dan lingkungan sudah mulai rusak dan menipis akibat sikap dan perilaku tidak peduli lingkungan oleh manusia ataupun masyarakat pada umumnya, Pada upaya pelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam diperlukan kepedulian dan peran serta seluruh masyarakat dan warga dunia. Salah satu elemen masyarakat adalah siswa, mulai dari siswa SD, SLTP, SMU/SMK dan Perg. Tinggi. Khususnya siswa SMK yang tamatannya akan menjadi tenaga kerja tingkat menengah di Dunia usaha dunia industri, Implementasi PLH di SMK yang dimotori oleh guru, yang mengintegrasikan materi lingkungan hidup dalam tiap pembelajarannya, yang dimulai dari persiapan, penyajian sampai evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Selain kegiatan KBM, guru berperan membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler dan memberi keteladanan berperilaku baik peduli lingkungan hidup. Tujuan implementasi PLH di SMK akan meningkatkan pengetahuan lingkungan, membentuk sikap positifdan perilaku siswa peduli lingkungan, Kinerja guru dipengaruhi oleh karakteristik internal dan eksternal, internal seperti: umur,jenis kelamin, pengalaman mengajar, mata pelajaran, lama diktat PLH dan bidang keahlian. Karakteristik eksternal seperti: menejemen sekolah, kondisi lingkungan dan media informasi lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Diskripsi kinerja gum, tingkat pengetahuan siswa, sikap dan perilaku siswa dan deskripsi Sebagi faktor eksternal : manajemen sekolah, media informasi dan kondisi lingkungan. 2) Hubungan faktor karakteristik internal dan eksternal dengan kinerja guru 3) Hubungan faktor karakteristik internal dan eksternal dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa peduli lingkungan 4) Hubungan kinerja guru dengan hasil belajar siswa berupa: tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa peduli lingkungan hidup. Penelitian dilaksanakan di Kota Medan, populasi dan sampel penelitian diambil mewakili seluruh siswa dan guru yang mengajar di SMK kota Medan. Pengambilan sampel dengan tehnik two stage cluster sampling, stage pertama penentuan jumlah lokasi penelitian (SMK) yaitu secara empiris 10 %dari jumlah SMK yang ada dikota Medan yaitu 14 SMK Sedangkan stage kedua adalah menentukan sub- populasi dan sampel. Jumlah sampel guru ditetapkan secara empiris sebesar 10 % dari jmnlah guru ditiap SMK lokasi penelitian yaitu ; 87 orang dan jumlah sampel siswa juga secara empiris yaitu 10 % dari jumlah siswa kelas III adalah 220 orang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk studi hubungan (Interakuion studies) dan bentuk studi korelasi. Data primer diperoleh dengan kuesioner, wawancara dan observasi langsung pada objek penelitian. Analisis data dengan deskriptif dan uji statistik; menggunakan tabel silang, Uji Chi-square dan regressi sederhana. Tingkat signifikansi pada probabiliti p<0,05 Hasil penelitian mengungkapkan : Deskripsi kinerja guru adalah cendrung kurang, dimana persentasi kategori kurang dan sangat kurang 56 %, tingkat pengetahuan siswa dikategorikan cendrung tinggi, dimana jumlah kategori sangat tinggi dan cukup tinggi 84 %, sikap siswa dikategorikan positif, dimana kategori positif 86 %. Perilaku siswa dikategorikan cenderung baik, dimana jumlah kategori sangat baik dan cukup baik 73 %. Manajemen sekolah dikategorikan tinggi, dimana kategori sangat dan cukup tinggi 70 %. Kondisi lingkungan 5K (Keamanan, Kebersiban, Keindahan, Kekeluargaan dan Kesehatan) dikategorikan tinggi, dimana kategori sangat dan cukup tinggi 86 %. Media informasi dikategorikan tinggi, dimana kategori sangat dan cukup tinggi 86 %. Dan studi hubungan didapat : Kinerja guru berhubungan signifikan pada sebagian faktor karaktristik tersebut yaitu dengan: lama diklat PLH, manajemen sekolah dan media informasi. Karakteristik internal dan eksternal berhubungan signifikan dengan hasil belajar siswa adalah pada tingkat pengetuhuan dan Sikap siswa. Tetapi tidak berhubungan secara nyata dengan perilaku. Khusus hubungan antara kinerja guru dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa, digunakan uji -F pada regressi sederhana, didapat hubungannya signifikan secara keseluruhan. Selanjutnya diperoleh angka detenninasi R21 = 0,2587, R22 = 40,78 dan R23 =34,21 yang berarti kinerja guru dapat menjelaskan tingkat pengetahuan siswa sebesar 25,87 %, kinerja guru menjelaskan sikap siswa 40,78 % dan kinerja guru menjelaskan perilaku siswa 34,21 %. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : hipotesis pertama sebahagian diterima yaitu: lama diklat, manajemen sekolah dan media informasi lingkungan, selebihnya ditolak. Hipotesis kedua juga sebahagian besar diterima yaitu pada tingkat pengetahuan dan sikap siswa. Sementara perilaku siswa ditolak. Hipotesis ketiga hubungan kinerja guru dengan hasil belajar siswa tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku signifikan, jadi hipotesa ketiga diterima secara keseluruhan. Saran yang diajukan sebagai implikasi dari penelitian ini adalah : 1) perlunya peningkatan kinerja guru melalui: peningkatan frekuensi diklat PLH, peningkatan kinerja manajemen sekolah dan peningkatan kualitas media informasi lingkungan. 2) Perlu peningkatan basil belajar siswa yaitu; tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku, dengan meningkatkan: kinerja guru, peningkatan manajemen sekolah, media informasi dan perbaikan kondisi lingkungan 3) Mengingat pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan SDA pada generasi kini dan mendatang dan mengingat pokok bahasan biologi (sebagai dasar ilmu lingkungan) kurang di SMK, maka disarankan pada pemerintah kala, provinsi dan pusat perlu mempertimbangkan mengadakan satu mata pelajaran PLH secara tersendiri di SMK, tidak hanya terintegrasi pada tiap pelajaran, : alternatif usulan adalah : I jam pelajaran permmggu pada satu semester atau satu tahun, dapat menggunakan alternatif muatan lokal. D0300227

9 Bookmarks
 · 
1,145 Views