Article

Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila

Source: OAI

ABSTRACT D0200329 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kandungan gizi isi rumen sebagai bahan pakan ikan yang bergizi , 2) mengetahui pengaruh kandungan protein dalam ransum ikan dan penambahan filtrat air abu sekam terhadap pertumbuhan ikan dan (3) menetapkan konsentrasi isi rumen yang terbaik sebagai bahan pakan dalam ransum ikan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak ikan nila yang meliputi pertambahan berat (gr) dan pertambahan panjang (cm), pertumbuhan relatif (%) baik berat maupun panjang, mortalitas atau tingkat kematian ikan dan pengamatan terhadap data kualitas air sebagai data penunjang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2001 sampai Agustus 2001 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan di ulang 3 kali sehingga diperoleh 36 plot percobaan. Penyusunan pakan dengan kandungan protein pellet isi rumen terdiri dari 3 taraf yaitu 20%, 25% dan 30%. Sedangkan pengolahan isi rumen dengan penambahan filtrat air abu sekam terdiri dan 4 taraf yaitu 0%, 7,5%, 15% dan 22,5%. Data penelitian diuji dengan analisa sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil analisa proksimat terhadap isi rumen bahwa kandungan gizi isi rumen adalah mengandung protein schesar 10,09%, lemak 13,91%, serat kasar 18,73%, berat kering 89,71% dan kadar abu 16,3%. Sedangkan penambahan filtrate air abu sekam dapat meningkatkan protein yang berkisar antara 3,87% sampai 10,80% serta menurunkan serat kasar sampai 48,77%, dimana penambahan filtrat air abu sekam 15% mengandung protein tertinggi sebesar 11,18%. Untuk pertumbuhan mutlak yaitu pertambahan berat dan pertambahan panjang ikan nila, perlakuan protein dan filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh nyata. Pada akhir masa pemeliharaan, pertambahan berat terbesar dijumpai pada perlakuan P3 (Protein 30%) sebesar 15,98 g dan R2 (lsi rumen + filtrat air abu sekam 15%) yaitu sebesar 16,11 g. Sedangkan interaksi P3R2 (30; 15) memberikan pertambahan berat terbesar yaitu 16,35 g. Pertambahan panjang terbesar pada akhir masa pemeliharaan dijumpai pada perlakuan P3 (Protein 30%) sebesar 5,155 cm dan R2 (lsi rumen + filtrat air abu sekam 15%) yaitu sebesar 5,264 cm. Sedangkan interaksi P3R2 (30; 15) memberikan pertambahan panjang terbesar yaitu 5,38 cm. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa untuk nilai pertumbuhan relatif berat yaitu perlakuan protein dan filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh nyata. Begitu juga dengan pertumbuhan relatif panjang yaitu perlakuan protein dan filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh nyata. Perlakuan P3 (Kandungan protein 30%) lebih baik dibandingkan yang 20% (P1) maupun 25% (P2) dimana perlakuan P3 memberikan pertumbuhan relatif berat sebesar 219,17% dan pertumbuhan relative panjang sebesar 80,92%. Sedangkan penambahan filtrat air abu sekam 15% (R2) lebih baik dibandingkan yang tanpa filtrat (R0), filtrat 7,5% (R1) dan 22,5% (R3). Dengan perlakuan R2 pertumbuhan relatif berat yang dijumpai adalah sebesar 221,24% sedangkan pertumbuhan relatif panjang 82,64%. Interaksi P3R2 (30;15) memberikan pertumbuhan relatif berat sebesar 224,64% dan 84,51% untuk pertumbuhan relatif panjang. Mortalitas atau tingkat kematian ikan antar perlakuan berbeda tidak nyata. Rerata mortalitas berkisar antara 10 - 26,7% dengan rerata jumlah ikan yang hidup pada akhir masa pemeliharaan berkisar antara 7,33 sampai 9 ekor. Rerata suhu air pagi, siang dan sore hari berkisar antara 24 - 30,50C, Oksigen terlarut (DO) 4,292 mg/l, karbondioksida bebas (CO2) 13,97 mg/l, derajat keasaman 7,014 dan kadar amoniak 0,38 mg/l. Kualitas air media pemeliharaan tersebut secara umum menggambarkan kisaran yang masih berada dalam batas toleransi yang diinginkan ikan dan tidak membahayakan bagi pertumbuhan ikan yang dipelihara. Disimpulkan bahwa isi rumen dari limbah rumah potong hewan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan nila dan penambahan filtrat air abu sekam pada isi rumen dapat meningkatkan kandungan protein bahan. Kandungan protein 30% dan penambahan filtrat air abu sekam 15% lebih tinggi meningkatkan pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang dan pertumbuhan relatif ikan nila. Prof. Dr. Ir. Sengli J. Damanik, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa H., M.Sc.

5 Bookmarks
 · 
701 Views