Article

Pengendalian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Secara Biologis Dan Pengaruhnya Terbadap Sifat Tanah, Pertumbuhan Tanaman Kedelai(Glycine Max) Pada Tanah Ultisol

Source: OAI

ABSTRACT D0000221 Pelestarian dan peningkatan mutu lingkungan hidup merupakan masalah penting, khususnya dalam penanganan limbah industri. Untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri adalah dengan mengurangi tingkat pencemaran dan pemanfaatannya yang dapat memberikan nilai tambah dan menguntungkan dari segi ekonomi. Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) jika dibuang ke air dapat mengakibatkan pencemaran. Selain itu LCPKS dapat diaplikasikan ke tanah, sehingga terjadi perubahan sifat fisis, biologis dan kimiawi tanah, khususnya pada tanah Ultisol yang ber-pH rendah. LCPKS ini dapat dimanfaatkan juga untuk sumber hara bagi tanaman kedelai. Tanaman kedelai sebagai salah satu sumber protein nabati. yang harganya murah tetapi bergizi tinggi, dapat digunakan sebagai tanaman sela pada kelapa sawit, khususnya pada tanaman sawit muda. Namun sebelum diaplikasikan ke air dan tanah, limbah cair ini telah diolah dan dikendalikan sebelumnya. Pengolahan limbah secara biologis, dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisma dengan mengubah kondisi lingkungan agar sesuai bagi pertumbuhan mikro organisma. Namun mikroorganisma yang digunakan oleh PKS, pada saat ini belum mampu merombak bahan organik dengan waktu inkubasi (retention time) yang relatif singkat, maka perlunya dijajaki pemanfaatan mikroorganisma lain sebagai mikroba perombak limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan efektifitas beberapa mikroorganisma perombak limbah terhadap pengurangan pencemaran serta pengaruh dan pemanfaatannya terhadap sifat-slfat tanah dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan dalam perombakan LCPKS adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan 2 faktor perlakuan yaitu 5 taraf perlakuan jenis mikroorganisma perombak limbah dan 4 taraf perlakuan waktu inkubasi, denqan 2 ulangan. Perlakuan jenis mikro organisma perombak limbah yanq digunakan adalah Lumpur aktif (M1), Lactobacillus sporitera dari tablet Lacbon (M2) , Pupuk organik cair EM4 (Effective Micro organism-4) (M3) dan Isolat mikroorganisma dari tanah (M4)berupa Aspergillus niger dan Candida ep , serta Kontrol (Tanpa mikroorganisma)(M0) Perlakuan waktu inkubasi yang digunakan adalah 20 hari(T1), 40 hari(T2), 60 hari(T3) dan 80 hari(T4)Metode penelitian yang digunakan dalam pengaruh dan pemanfaatan LCPKS adalah RAK Faktorial, dengan 2 faktor perlakuan yaitu 2 taraf perlakuan sumber limbah dan 3 taraf perlakuan waktu pemberian limbah, dengan 3 ulangan serta 3 plot sebagai kontrol. Perlakuan sumber limbah yang digunakan adalah Cairan limbah(S1) dan Lumpur/endapan limbah(S2) dan perlakuan waktu pemberian limbah yang digunakan adalah 15 hari sebelum tanam(W1), 15 hari pada saat tanam(W2) dan 15 hari setelah tanam(w3). Pengukuran parameter dan variabel yang diamati terhadap pengendalian LCPKS secara biologis adalah BOD, COD, TSS dan pH; sedangkan penelitian terhadap pengaruh dan pemanfaatan LCPKS adalan Kemantapan Agregat Tanah, Total porositas Tanah, Permeabilitas Tanah, Kuantitatif Mikroba, Kuantitatif Bakteri, Kuantitatif Jamur, Kuantitatif Actinomycetes, Penetapan kation K tukar tanah, Kandungan C - organik tanah, Kandungan N - Total Tanah, Nisbah CfN Tanah, Kandungan P - Tersedia Tanah, pH Tanah, Jumlah Bintil Akar, Bobot Bintil Akar, Bobot Kering Tanaman Bagian Atas, Bobot Kering Akar Tanaman, Kandungan N dan P Tanaman. Dari hasil pengendalian LCPKS secara biologis diperoleh hasil bahwa pemberian beberapa jenis mikro organisma perombak limbah berpengaruh sangat nyata terhadap mutu LCPKS dengan hasil terbaik pada EM4, dengan nilai BOD terendah sebesar 3450, namun berpengaruh tidak nyata terhadap pH. Perlakuan waktu inkubasi mikroorganisma berpengaruh sangat nyata terhadap mutu LCPKS dengan hasil optimum selama 40 hari, Sedangkan interaksi perlakuan jenis mikroorganisma perombak limbah dan waktu inkubasi mikroorganisma, menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter yang diamati, kecuali parameter pH berpengaruh tidak nyata. Dari hasil pemanfaatan LCPKS yang berasal dari perombakan EM4, berpengaruh tidak nyata terhadap sifat fisik tanah, kecuali terhadap sifat premeabilitas tanah, berpengaruh sangat nyata. Sedangkan interaksi perlakuan sumber limbah dan waktu pemberian limbah menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap kemantapan agregat tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Pemberian LCPKS berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter sifat biologis tanah yang diamati serta interaksi perlakuan sumber limbah dan waktu pemberian limbah juga menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter. Pemberian LCPKS berpengaruh sangat nyata terhadap parameter sifat kimia tanah yang diamati kecuali pada parameter C/N tanah, P - tersedia tanah dan pH tanah. sedangkan interaksi perlakuan sumber limbah dan waktu pemberian limbah menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter kecuali pada parameter C - organik dan C/N tanah. Hasil pemanfaatan LCPKS berpengaruh tidak nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman kedelai, kecuali pada parameter jumlah bintil akar tanaman dan bobot kering bagian atas tanaman berpengaruh nyata. Sedangkan interaksi perlakuan sumber limbah dan waktu pemberian limbah menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Prof. DR. Jr.Asmarlaili Sahar Hanifiah, MS. DAA

30 Bookmarks
 · 
2,490 Views