Article

Kohesi Pada Cerita Rakyat Melayu Serdang

Source: OAI

ABSTRACT D0200284 Tesis ini mengkaji kalusa-klausa yang terdapat pada teks- teks cerita rakyat Melayu Serdang yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsi jenis-jenis alat kohesi yang terdapat dalam teks-teks tersebut. Selanjutnya menentukan alat kohesi yang paling dominan. Latar belakang kajian ini adalah teori Linguistik Fungsional Sistemik ( LFS ) yang menyatakan bahwa konteks sosial berkonstrual (saling menentukan ) dengan struktur bahasa, Jenis cerita rakyat Melayu Serdang yang menjadi pokok bahasan dalam kajian ini adalah legenda, mite, dan dongeng. Untuk ketiga jenis cerita rakyat Melayu Serdang ini penulis mengkaji tiga teks, yaitu Panglima Buku Cermin (legenda), Puteri Burung Kuau ( mite ), dan Anak Orang Miskin (dongeng). Dari hasil pengkajian yang dilakukan, dapat diketuhui bahwa pemakaian alat kohesi gramatikal lebih dominan jika dibandingkan dengan pemakaman alat kohesi leksikal pada ketiga teks cerita rakyat Melayu Serdang. Jenis alat kohesi gramatikal yang paling dominan di dalam ketiga teks cerita tersebut adalah alat kohesi perujuk pronomina endoforik. Dcngan demikiun dapat pula ,di ketahui bahwa ketiga teks cerita rakyat Melayu Serdang yang dikaji merupakan teks-teks yang padu/utuh (cohesive) This thesis studies the clauses which are found in the texts of the Melayu Serdang folklore. It aims to identify and to describe the types of cohesive devices found in the texts. It also aims to identify the most dominant cohesive devices in the three texts being analyzed. The background or the study is the Systemic Functional Linguistics (SFL) which states that social contexts can construe language structures. The three types of the Melayu Serdang folklore, the subject matter of the analysis, are a legend, a myth, and a tale. For these three types of folklore, the writer analyzes three texts : Panglima Bukit Cermin (legend), Puten Burung Kuau ( myth ), and Anak Orang Miskin ( tale ). She considers the three texts above represent the three types of the Melayu Serdang folklore From the result of the study, it can be seen that the grammatical cohesive devices are more dominant than the lexical cohesive devices in the three types of the Melayu Serdang folklore. The type of the grammatical cohesive device which is the most dominant in the three texts above is the endoforic pronoun reference. Therefore, it can also be seen that the three texts are cohesive. Prof. H.T.A. Ridwan, Ph.D

1 Bookmark
 · 
311 Views