Article

Tugas Dan Fungsi Lembaga Pembiayaan Pegadaian Dalam Pemberian Kredit Dengan Sistem Gadai (Penelitian Pada PERUM PEGADAIAN Cabang Medan Pringgan)

Source: OAI

ABSTRACT D0300490 Kegiatan pinjam meminjam berupa uang telah lama beredar dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebelum lembaga Pegadaian dikenal kebanyakan masyarakat yang memerlukan pinjaman uang mendatangi lintah darat/rentenir dengan memberikan jaminan yang mereka miliki serta membayar bunga melampaui batas kewajaran dan mencekik leher. Sehingga tujuan mereka yang utama untuk mengatasi masalah keuangan yang sedang dihadapi telah meniadi masalah baru karena disamping membayar uang pokok pinjaman mereka diwajibkan membayar bunga uang yang sangat tinggi. Dalam mengatasi masalah peminjaman uang ini maka pemerintah membentuk lembaga keuangan perbankan. Tetapi ruang 1ingkup perkreditan pada bank ini kebanyakan hanya dapat dinikmati oleh masyarakat ekonomi menengah ke atas, hal ini tentunya tidak terlepas dati tujuan perbankan yang dalam memberikan kredit menginginkan keuntungan, Keuntungan ini dapat diperoleh pihak bank melalui penetapan suku bunga yang re1atif tinggi yang hanya mampu dipenuhi oleh masyarakat ekonomi menengah ke atas. Disamping itu pada lembaga perbankan dalam melakukan pinjaman harus melalui sistem birokrasi yang panjang dan rumit. Oleh karena pemberian kredit terhadap masayarakat ekonomi lemah belum dapat dipenuhi maka pemerintah membentuk lembaga pengkajian yang dapat memberikan pinjaman modal pada masyarakat ekonomi lemah dengan pegadaian sistem hukum gadai. Lembaga ini memberikan peluang besar kepada masyarakat yang mampu mengikat kredit dengan pihak bank dengan cara mengagunkan barang-barang bergerak yang dimilikinya Begitu juga dengan proses yang ditempuh dalam mendapatkan pinjaman adalah sederhana dan dalam waktu yang singkat. Hal ini tertuang dalam semboyan Perum Pegadaian yaitu “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan uraian tentang tugas dan fungsi pegadaian sebagai lembaga pembiayaan dalam memberikan kredit dengan sistem gadai. Prosedur kreclit dengan sistem gadai serta upaya yang dilakukan pegadaian dalam penyelarnatan kredit bermasalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis analitis yang menggunakan pendekatan yuridis normatif sosiologis. Oleh karena itu dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian di kantor Perum Pegadaian Cabang Medan Pringgan dengan mengambil responden dan infonnan key dari pihak yang berkompeten dalam pemberian kredit pada lembaga pegadaian, Sebagai responden adalah para nasabah peminjam nang di lembaga pegadaian yang diambil secara random/acak dan informan key merupakan Pimpinan Cabang Perum Pegadaian Medan Pringgan dan para stafyang berkompeten. Data primer dan sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dengan pedoman wawancara langsung terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : - Tugas pokok lembaga pembiayaan pegadaian adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah ke bawah melalui penyaluran kredit dengan system gadai, sedangkan fungsi lembaga pembiayaan pegadaian adalah sebagai stabilisator tingkat bunga di masyarakat dan sebagai jaring pengaman sosial. - Prosedur pemberian kredit dengan sistem gadai sangatsederhana dan memakan waktu hanya 15 menit dimana calon nasabah dengan membawa bukti pendukung berupa KTP beserta barang jaminarmya dan kemudian penaksir memberikan kebenarannya dan menaksir barang yang dijadikan jaminan untuk menentukan besarnya pinjarnan yang dapat diberikan. Sete1ah itu barulah uang pinjaman dapat diberikan kepada nasabah. - Berdasarkan cara terjadinya maka pada lembaga pegadaian ada tiga macam bentuk kredit bermasalah yaitu kredit gadai berrnasalah, gadai fiktif, numpang gadai, benda gadai yang tidak clitebus dalam waktu yang clitentukan (le1ang). The borrowing and lending activity with money had been longer in action and took place amongst those Indonesian people. Before the Pegadaian (pawnshop) institute well known, mostly people who required money borrowed perhaps they came to a profiteer/usurer by giving him guarantee as they had and paid an interest but not proper and sometimes was murderous. Since they aimed previously to overcome the financial problem they were facing had resulted in a new problem, namely beside to pay the basic money of borrowing they also should pay in a very high interest. In order to deal with the problems such this money borrowing so the government established the banking finances institution. But the scope of the crediting on this bank, mostly those people with a middle and higher economy class could enjoy, this perhaps unrespectable from the banking aims as in extension of credit required profit. Such profit could be possible gained in setting bank's interstate with relative high and for that rate those people with middle and high economy class possible to fulfill. In addition, for banking, in undergoing the credit stil1 take a longer and complex bureaucracy system. Since the extension of credit to those people of lower economy class has not been achieved yet then government formed an investigation institute that could give a capital loan to those lower economy class society in a system known as pawning law. These institutes provide then offer a great opportunity to that society who’s capable to hind credit with the bank and hand over moveable goods they have as mortgage. It is even the process to run so simple in gaining the loan and completed in a short time. So easy to held by Perum Pegadaian then well known with its incorporated motto in local word “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. According to the above details so that this study aims to give description about the function and the role of Pegadaian company as the funding agency in extension credit with a pawning system. Still, the procedure of credit by pawning system as well as the efforts company held in keeping poor credit away. This study is conducted by an analytical description research that adopts a sociological normative juridical approaching. In this case however, there is conducted a library and field researches. The research was conducted on Perum Pegadaian Cabang Medan Pringgan, by that office taken some respondents and key informant from the competent persons in extension the credit on Pegadaian. As respondents were those customers borrowing money on Pegadaian taken them randomly and key informant constitute the branch manager Perum Pegadaian Medan Pringgan and staffs. Primary and secondary data(s) obtained of course either by library research and bases on directly interview to the respondents. The result of research showed as below: - The basic duties of the funding institute of Pegadaian is to improve the welfare of society with lower economy and poorer by through the extension of credit with the pawning system, while the function of the funding institute of Pegadaian is a stabilization of interest rate on society and held as social safety net. - The procedure of extension credit with pawning system is very simple and it shall take time 15 minutes only, the customer should bring alone his/her ID card as supporting proof and the guarantee goods, there he/she shall fulfill form of requesting credit, the appraiser personnel then check it and make the assessment value of that good, later make decision how much the credit could be given for, up to the point the customer will get the borrowing. - Refers to the occasions, on Pegadaian Company there are three sorts of bad credit namely bad pawning credit, fictive pawning, and act of being pawning means a pawning goods not redeemed within a limited time (public auction). Prof. Dr. Mustafa Siregar, S.H

9 Followers
 · 
6,202 Views