Article

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak Cipta Dan Penerbit (Kajian Berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 2002)

Source: OAI

ABSTRACT 04007120 Indonesia sebagai negara berkembang harus berperan aktif di dalam memberikan perlindungan hukurn terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada umumnya dan Hak Cipta pada khususnya. Pelanggaran Hak Cipta terhadap buku yang tidak menghargai hak pencipta / pemegang hak cipta sudah cukup banyak terjadi. Oleh karena itu gairah dan semangat mencipta di bidang i1mu pengetahuan, seni dan sastra perlu ditingkatkan melalui perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta dan penerbit berdasarkan Undang-undang No. 19 Tahun 2002. Hak Cipta sebagai bagian dari HAKI dapat memberikan manfaat ekonomi kepada pencipta atau pemegang hak cipta dan kepada negara. Oleh karena itu, perlu dikaji Bagaimanakah bentuk-bentuk perjanjian penerbitan buku antara Pemegang Hak Cipta dengan Penerbit sebagai salah satu bentuk perlindungan hukum dalam bidang Hak Cipta. Bagaimanakah tanggung jawab Pemegang Hak Cipta dan Penerbit atas buku yang diterbitkan terhadap tuntutan hukum dari pihak ketiga yang ingin melakukan komplain atau merasa dirugikan atas penerbitan buku tersebut. Bagaimanakah mekanisme penyelesaian sengketa yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian penerbitan buku, sehingga pihak-pihak yang dirugikan atau yang bersengketa dapat menyelesaikan permasalahannya secara win-win solution. Jadi tidak ada pihak yang merasa dikalahkan sehingga hubungan baik antara para pihak tetap terbina. Untuk mengerahui jawaban atas hal-hal tersebut di atas, dilakukan penelitian yang berbentuk yuridis normatif dengan metode pendekatan deskriptif analitis. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research / Studi Kepustakaan) yaitu Undang-undang, Peraturan Pemerintah, buku-buku referensi, makalah dan dokumendokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis data dilakukan secara yuridis dengan pendekatan kualitatif, melalui metode berpikir (logika) deduktif dan tnduktif. Dari hasil pembahasan dan analisa diperoleh kesimpulan yang memberikan jawaban atas permasalahan yang diteliti, serta ditulis dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perjanjian penerbitan buku merupakan perjanjian dalam bidang hukum perdata yang hams tunduk pada ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata dan Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Bentuk-bentuk perjanjian penerbitan buku yang banyak dijumpai ada1ah : Pertama, Perjanjian penerbitan buku dengan lisensi eksklusif hak cipta yaitu: perjanjian yang digunakan bila pencipta / pemegang hak cipta mengalihkan satu atau beberapa hak dad suatu hak cipta yang dimilikinya kepada pemegang hak cipta yang lain, tetapi pencipta / pemegang hak cipta tetap menahan hak-hak lain yang. masih ada pada hak cipta bersangkutan. Hal ini berarti pencipta tetap dapat melaksanakan hak ciptanya atau memberikan lisensi yang sama kepada pihak ketiga (pemegang hak cipta). Kedua, Perjanjian Penerbitan Buku Dengan Penyerahan Hak Cipta (assignment agreement) yaitu : apabila seseorang dengan suatu perjanjian mengalihkan dengan menyerahkan keseluruhan hak cipta yang terdapat pada suatu ciptaan. Tanggung jawab antara pemegang hak cipta dan penerbit terlihat jelas di dalam perjanjian penerbitan buku yang tertuang dalam hal mengenai hak dan kewajiban para pihak. Mekanisme penyelesaian sengketa terhadap perrnasalahan di bidang hak cipta yang dapat dilakukan oleh para pihak adalah : Pertama; penyelesaian sengketa melalui pengadilan (litigasi) maksudnya sengketa yang terjadi dapat diselesaikan melalui badan peradilan yaitu sesuai dengan UUHC No. 19 Tahun 2002 melalui Pengadilan Niaga; Kedua : penyelesaian sengketa di luar pengadilan (non litigasi) maksudnya bahwa sengketa yang terjadi dapat diselesaikan melalui Arbitrase atau ADR (Alternative Dispute Resolution) yang diatur di dalam UU No. 30 Tahun 1999. Penulis menyarankan agar kiranya Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang - “Hak Cipta” disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, Dalam menye1esaikan sengketa yang terjadi diantara para pihak disarankan agar ditempuh cara win-win solution guna mencari keadilan antara para pihak. Indonesia as a developing country must active / participate to give a legal protection to the Right of Intellectual Property (HAKI) generally and copyright specially. Infraction of book copyright which does not bear mutual respect to the right of creator or copyright holder is usually happen. That is why passion and spirit to create in science, art and literature are necerrarily being increased with law protection concerning to the copyright and publisher which based to the Ordinance No. 19, 2002. Copyright is part of; IP’R can give an economic advantage to the creator and to the country as well. As a matter a fact that is why needs being examined how is agreement of the book publishment between the copyright holder and publisher as one of the legal protection in the copyright. How is copyright holder and the publisher responsibility to the book which is being published to the law demand from the third side whose want to complaint or being suffered by the book publishment. How is the arrangement conflict mechanism which is happening in the book publishing agreement in order the legal dispute side can solve the conflict with win-win solution. So there is no one feel lost between the other so the relationship between the other keeps in good condition. To find the answer of things on the top of this page, is being searched a Normative Juridical with an Analytical Descriptive Method. Secondary data is being got with a Library Research such a constitution, government rule, reference book, working paper, and other documents. Analytical data is being done with a juridical and with a Qualitative Approach, with a Deductive and Inductive Logical thinking. From this discussant and analyze result can be conclusion which give an answer to the subject that Is being analyzed, and written in Descriptive. The research resolution shows that, the book publish arrangement are an agreement in a court of justice must be down to the concerning 1320 KUH Civil Code and Ordinance No. 19, 2002 about Copyright. There are many book publish agreement such as : First, Book publish agreement with a copyright exclusive license that an agreement which is using if a creator / copyright holder more one or many of right from his copyright to another copyright holder, but the creator/copyright holder keep holding the other right which is still insist to the copyright. It means the creator still can do his copyright or give the same license to the third side (copyright holder). Second, A book publish agreement with an assignment agreement is: if someone with one agreement gives all the copyright which is inside the creation, Responsibility between copyright holder and the publisher can be clearly seen in the book publish agreement which is be written about right and obligation of one and other side, A conflict arrangement of, mechanism about a problem in a copyright which can be done by one and another is : -First, a conflict arrangement which is being solved to the court (Litigation), it means a conflict that is happen can be solved in the second court according to the UUHC No. 19, 2002 with a trade court. Second, a conflict arrangement out of the court (Non Litigation) means that a conflict that happen can be solved with Alternative Dispute Resolution (ADR) which is being arranged in Ordinance No. 30, 1999. An author suggests that an Ordinance No, 19, 2002 about "Copyright" should be socialization to the people. To solve a conflict which is happen between one and another side, being suggested to do a win-win solution in order to find a justice in all of the side. Prof. Rehngena Purba, S.H., M.S

1 Bookmark
 · 
331 Views