Article

Tinjauan Hukum Terhadap Anak-Anak yang Memperoleh Status Warga Negara Indonesia Dari Hasil Perkawinan Campuran

Source: OAI

ABSTRACT 057011091 Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan karena perkawinan tidak hanya menyangkut wanita dan pria bakal mempelai saja, tetapi juga orang tua kedua belah pihak, saudara-saudaranya bahkan keluarga mereka masing-masing. Dalam Pasal 57 UUPerkw yang menegaskan bahwa, ”Perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia yang tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berwarganegara Indonesia”. Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak. Undang-Undang Kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal sehingga anak yang lahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satu kewarganegaraan, yang dalam undang-undang tersebut ditentukan bahwa yang harus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. Pengaturan ini menimbulkan persoalan apabila dikemudian hari perkawinan orang tua pecah, tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warganegara asing, tetapi sejak berlakunya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan, status anak dalam perkawinan campuran memperoleh hak kewarganegaraaan ganda yaitu mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, namun dalam pelaksanaanya masih ada kendala-kendala yang dihadapi si anak, permasalahan dalam penilitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum terhadap anak-anak yang memperoleh warga negara Indonesia dari hasil perkawinan campuran, hak dan kewajiban hukum yang didapat anak setelah keluarnya Undang-undang No. 12 Tahun 2006, manfaat dan kendala anak dalam memperoleh status kewarganegaraan serta prosedur tatacara pendaftaran kewarganegaraan di Departemen Kehakiman dan Hak asasi Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sifatnya deskriptif analitis, yaitu menggambarkan semua gejala dan fakta serta menganalisa permasalahan yang ada sekarang, yang berkaitan dengan tinjauan hukum tehadap anak-anak yang memperoleh status Warga Negara Indonesia dari hasil perkawinan campuran di Indonesia dan menganalisisnya dengan mengacu konsepsi-konsepsi, teori-teori, asas-asas hukum serta peraturan-peraturan perundangan yang berkaitan dengan masalah anak dalam memperoleh status WNI dari hasil perkawinan campuran, khususnya serta menjelaskan secara analisis tentang perlindungan hukum terhadap anak dalam perkawinan campuran, hak dan kewajiban anak yang didapat anak dalam perkawinan campuran, dan prosedur pendaftaran kewarganegaraan terhadap anak, sehingga dapat diketahui status kewarganegaraan Anak dari hasil perkawinan campuran setelah keluarnya Undang-undang No. 12 Tahun 2006. Berdasarkan hasil penelitan tesis ini dapat disimpulkan bahwa setiap anak yang dilahirkan di Indonesia dianggap berkewarganegaraan Republik Indonesia, sehingga anak nantinya berkewarganegaraan ganda (dwi kewarganegaraan) terbatas. Hal ini dilakukan untuk menjamin perlindungan hukum status anak, anak dari perkawinan campuran dapat memilih kewarganegraan Republik Indonesia setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin, dari inilah anak berkewajiban untuk memilih kewarganegaraan pada saat berumur 18 Tahun atau sudah kawin, sehingga tidak lagi berkewarganegaraan ganda dan juga anak dari perkawinan campuran dengan diperolehnya SK WNI tidak perlu lagi mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) maupun Kartu Izin Tinggal Menetap (KITAP). Hendaknya pada Pasal 6 UUKW yang baru, dimana anak diizinkan memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau sudah menikah, itu diberi kemudahan untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia sebelum melewati usia 18 Tahun, karena bila anak tersebut memerlukan untuk melakukan pemilihan kewarganegaraan, sebelum menikah dan hendaknya juga pemerintah memberikan sangsi yang tegas bila keterlambatan dalam pendaftaran WNI anak yang telah melewati batas jangka waktu 3 tahun dari usia 18 tahun, berupa denda dan WNI yang terlambat mendaftar melewati 5 tahun dari batas usia anak dianggap berkewarganegaraan WNA. Marriage is one of the important events in community life because it not only concerns the future bride and bridegroom but also their parents, other family members and even their relatives. Article 57 of Law on Marriage says that "Mixed-marriage is a marriage between two persons living in Indonesia who obey different laws because of their different citizenships one of them is an Indonesian citizen". The most common problem occurs in a mixed marriage is the citizenship of their children. The previous Law on Citizenship follows the principle of single citizenship that a child born from a mixed marriage can have one citizenship only and according to the law he/she must follow his/her father's citizenship. This regulation will create a problem when, one day, their parents get divorced and it will be difficult for the mother to take care of her child holding foreign citizenship, but since Law No. 12/2006 on Citizenship has been put into effect the status of children born from mixed marriage changes, now they have the right to have double citizenship following those of their parents, but, in its implementation the children still face a lot of constraints. Therefore, the purpose of study is to examine the legal review of the children obtaining Indonesian citizen status from their mixedmarriage parents, the legal right and responsibility obtained by the children after Law No. 12/2006 was put into effect, the benefit and constraints experienced by the children in obtaining their citizenship status and the procedure of registration to get the citizenship in the Department of Justice and Human Right. This normative juridical study which is analytical descriptive in nature describes all indications and facts and analyzes currently existing problems related to the legal review of the children obtaining Indonesian citizen status from their mixed-marriage parents in Indonesia referring to the conceptions, theories, legal principles and regulations of stipulation especially associated to the problems faced by the children born from mixed marriage parents in the process of obtaining the Indonesian citizen status and analytically clarifies about the legal protection for the children born from mixed marriage parents, their right and responsibility, and the registration procedure for obtaining their citizenship status that their citizenship status can be acknowledged after Law No. 12/2006 was put into effect. Based on the result of this study, it can be concluded that each child born in Indonesia is regarded as a citizen of the Republic of Indonesia that the child holds a limited double citizenship later. This action is taken to guarantee a legal protection for the child's status. When he/she is 18 years old or is married, the children born from mixed marriage parents may choose to have the citizenship of the Republic of Indonesia so that the children do not hold a double citizenship anymore and after they received the letter of certification concerning their having the Indonesian citizen status, the children born from mixed-marriage parents do not need to arrange for Permit for Temporary Stay (KITAS) or Permit for Permanent Stay (KITAP). It is better that Article 6 of Law on Citizenship allowing the children born from mixed marriage parents to choose their citizenship after they are 18 years old or are married should say that the children born from mixed marriage parents can choose their citizenship before they are 18 years old or are married because if the children need to choose their citizenship before getting married, it is suggested that the government provide a strict legal sanction for those who register for the Indonesian citizenship 3 (three) years after the limit age of 18 years old (in the form of fine) or regarded holding foreign citizenship if they register for the Indonesian citizenship 5 (five) years after the limit age of 18. Prof. Dr. H.M. Hasballah Thaib, M.A; Dr. T. Keizerina Devi Azwar, SH,CN, M.Hum; Syahril Sofyan, SH,M.Kn

0 1
 · 
4 Bookmarks
 · 
1,520 Views