Article

Tanggungjawab Induk Perusahaan Terhadap Perikatan Yang Dilakukan Oleh Anak Perusahaan

Source: OAI

ABSTRACT 10E00029 Secara hukum perusahaan anggota grup tidak ada kaitannya dengan hak dan kewajiban keluar dari perusahaan satu sama lain, akan tetapi perusahaan-perusahaan yang berada dalam perusahaan grup dimiliki oleh pemilik modal yang sama sehingga dapat dikatakan sebagai satu kesatuan kelompok kegiatan ekonomi. Meskipun dari sudut kegiatan ekonomi perusahaan dalam grup merupakan satu kesatuan, namun dari segi yuridis masing-masing perusahaan anggota grup tersebut mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu bahwa masing-masing perusahaan yang bergabung dalam perusahaan grup adalah merupakan badan hukum-badan hukum yang berdiri sendiri.Apabila salah satu anak perusahaan melakukan perikatan dengan pihak ketiga maka keterikatan secara yuridis dari induk perusahaan dapat muncul selaku pemegang saham ia ikut serta bertanggung jawab terhadap pelunasan hutang tersebut, dengan demikian timbul permasalahan yaitu: bagaimana hubungan hukum antara induk perusahaan dengan anak perusahaan dalam perusahaan grup? Bagaimana tanggung jawab induk perusahaan terhadap perikatan yang dilakukan oleh anak perusahaan dalam perusahaan grup?. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang bersifat deskriptif dengan berpedoman pada norma-norma hukum yang terdapat dalam perundang-undangan Perseroan terbatas. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa meskipun hubungan hukum induk perusahaan adalah sebagai pemegang saham anak perusahaan tidak berarti apabila anak perusahaan wanprestasi maka induk perusahaan dapat diminta bertanggung jawab, mereka adalah perusahaan yang mandiri jadi anak perusahaan itu sendiri yang harus bertanggung jawab dengan segala resikonya. Induk perusahaan diminta bertanggung jawab terhadap perikatan yang dilakukan oleh anak perusahaannya bila terbukti kerugian yang diderita anak perusahaan tersebut akibat ikut campurnya induk perusahaan didalam masalah manajemen dan keuangan sehingga menimbulkan anak perusahaan mengalami kekurangan keuangan atau kerugian yang berakibat tidak bisa membayar hutang pada pihak ketiga. Disarankan agar pemerintah membuat peraturan perundang-undangan tersendiri mengenai perusahaan grup selain karena semakin bertumbuhnya perusahaan grup di Indonesia juga agar pertumbuhan perusahaan grup tidak menjurus pada praktek monopoli. Legally, subsidiary as a group member has no right and obligstion to move out of the main corporate one other, however, the subsidiaries of the group are owned by the equity owner so that it can be said that it is an entity of economic activity. Although economically, a company of group is an entity, however, jurudically, each company of the group has typical characteristics, in which each joints the group as an independent subsidiary. When one of the subsidiaries makes an agreement with the third party, the juridical agreement of the main corporate can arise as the shareholder, it assumes liability for repayment of the liability by which the problem arises, how is the legal relationship between the main corporate on the and subsidiary in the group corporate ? How is the liability of the main corporate on the agreement madeby a subsidiary in the main corporate? The present study used a normative juridical method and descriptive analysis referring to the legal norms stipulated in the Laws of Corporate. Based on the study, it can be shareholder of the subsidiary default, the main corporate can be charged on its liability, it is an independent company bt which it has to assume the liability and any risk. The main corporate is demanded to assume the liability for any agreement made by the subsidiary if has been found that the loss of subsidiary is a consequence of the intervension of the main corporate in management and finance that make the subsidiary suffered from financial loss or damage leading ti its disability to repay the obligation to the third party. It is suggested It is suggested that the government makes a separate law of the group corporate in spite of the growing main corporate in Indonesia also that the growt of the group corporate no lead to monopoly. Prof. Sanwani Nasution, SH; Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum; Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH

6 Bookmarks
 · 
1,138 Views