Article

Polis Asuransi Jiwa Sebagai Jaminan Kredit Bank (Study Terhadap PT. Asuransi Jiwa Central Asia Raya Dan PT Prudential Life Assurance) Di Medan

Source: OAI

ABSTRACT 06009612 Berkembangnya jumlah populasi manusia semakin meningkatkan kebutuhannnya Untuk itu mereka melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Dalam rangka pembangunan ekonomi Indonesia terutama dibidang hukum yang meminta perhatian serius ialah lembaga jarninan. Karena perkembangan ekonomi akan diikuti perkembangan kebutuhan kredit dan pemberian fasilitas kredit ini memerlukan jaminan. Seperti negara-negara yang sudah maju penjaminan polis asuransi jiwa sebagai jaminan kredit ini sudah biasa dilakukan. Tujuan nasabah menjaminkan polis asuransi nya untuk mendapatkan pinjaman dari pihak dari pihak kreditor (Bank) utuk kebutuhannya yang mendesak, pihak penanggung akan menanggung segala beban tertanggung dalam hal penyelesaian masalah hutang angsuran kredit apabila debitor mengalami hal yang tidak terduga sehingga tidak mampu lagi menyelesaikan kewajibannya sebagai debitor untuk melunasi hutang-hutangnya. Adapun rumusan permasalahannya adalah bagaimana syarat-syarat polis asuransi jiwa yang dapat dijadikan jarninan kredit bank, bagaimana bentuk perlindungan yang diberikan oleh pihak penanggung kepada pihak kreditor bila debitor belum mengembalikan hutang kredit, bagaimana bentuk penyelesaian sengketa bila klaim asuransi tidak dibayar oleh pihak penanggung. Metode penelitian yang dilakukan adalah bersifat deskriptif analitis. Lokasi penelitian di kota medan yaitu pada kantor PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Dan PT Prudential Life Asurance. Alat pengumpulan data adalah data primer yaitu studi dokumen dan wawaneara. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan di analisa dengan pendekatan yuridis kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa : syarat-syarat polis asuransi jiwa yang dapat dijaminkan sebagai jaminan kredit adalah polis asuransi jiwa yang nilai polisnya (uang pertanggungan ) mencukupi untuk membayar sisa hutang yang belum dibayarkan oleh debitor. Dengan kata lain uang pertanggungan tersebut akan digunakan untuk melunasi kewajiban-kewajiban nasabah yang belurn dibayar kepada bank pada masa pegembalian kredit. Bentuk perlindungan yang diberikan oleh pihak penanggung kepada kreditor bila debitor belum mengembalikan hutang kredit adalah dengan cara membayarkan sisa yang belum dibayar kepada bank dengan kata lain pihak asuransi hanya dapat membayar bila pihak debitor sudah tidak sanggup lagi membayar dikarenakan sakit yang berkepanjangan dan meninggal dunia dan dibayarkan sesuai dengan kontrak kredit yang dibuat antara pihak bank dengan nasahah. Dalam hal penyelesaian sengketa bila klaim asuransi tidak dibayar oleh pihak penanggung adalah dengan cara menyelesaikannya melalui musyawarah atau kekeluargaan karena hal ini merupakan masalah pribadi antara pihak asuransi dengan pihak nasabah. Bila mengalami kebuntuan dapat diselesaikan melalui Badan Mediasi Asuransi Jiwa (BMAI) badan ini khusus menangani masalah klaim-klaim yang merugikan nasabah. Disarankan agar pihak asuransi harus menjelaskan kepada nasahah bahwa kesanggupan pihak asuransi membayar hutang nasabah kepada bank hanya sebatas kesanggupan nilai polis yang dimiliki nasabah tujuaunya agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam hal pelimpahan tanggung jawab, Selain itu pihak pihak penanggung . harus memberi kepastian waktu kapan hutang debitor dapat dibayar. kepada bank. Agar dapat menumbuhkan kepercayaan pihak bank kepada pihak penanggung (pihak asuransi) sehingga bukti perlindungan pihak penanggung kepada kreditor dapat dijadikan jaminan nyata. Mengenai penyelesaian masalah sengketa klaim asuransi, lebih baik diselesaikan secara interent melalui musyawarah sehingga waktu penyelesaiannya cepat. A rising total human population up however get increasing also their needs, then the people should do may things as consequence in order to fulfill their requirement. For keeping national economy development run well mainly on law enforcement requiring more seriously attention is on the guarantee agent. Since a good development condition on economy however shall be accompanied a requirement progress on credit and present facilities of the credit however demand existing guarantee. As many countries already got development giving policy guarantee by life insurance as guarantee to this credit has practiced as usual there. Some customers aiming to guarantee his insurance policy for having a credit from the creditor (Bank) sometimes for his urged necessity, then the Insurer is going to guarantee every burden of the Insured for having settlement for a problem of debt by installment of credit if debtor got facing an incidental case as resulting in un-capable to settle the obligation as debtor in paying off the debts. It is noted that formulation of problem is how the requirements of policy by life insurance that can be set a guarantee to a bank, in what type of protection shall be covered by the guarantor to creditor if debtor does not repay any credit debt yet, how is the sort of settlement to a dispute if an insurance claim may be not paid by the Insurer. The method of research adapted to this paper is an analytical descriptive. The location of research took place on PT. Asuransi Jiwa Central Asia Raya and PT. Prudential Life Asuransi of Medan. The tool for collecting data was by document and interview for primary data, while for secondary data should be collected by a library research and then analyze it by a qualitatively juridical. The result of study showed that the requirements of policy of life insurance could be set as guarantee for a credit is a policy of life insurance with its policy rate shall be sufficient to pay the remains of debts as not paid off by debtor yet. On another word, the guarantee money shall be used to pay off the obligation of customer that not paid yet to bank on the period for repaying the credit. The sort of protection provided by the insurer to debtor whenever the debtor does not repay any debt yet in credit is by paying the remains as still not paid to bank on the other word the insurance company could pay only if the debtor is declared not capable to pay it any more due to illness longer and passed away and for it shall be paid refers to the credit contract provided between the bank and the customer. For settlement of disputes if the insurance claims is not paid by the Insurer and take completion rightly in discussion or consensus since this is already known as personal problem between the insurance side and the customer. At a situation of deadlock shall be settled by a Badan Mediasi Asuransi Jiwa (BMAI) Mediation Agency which special duty is to handle claims as damaging to customer. It is suggestible the insurance company must mention to customer that a capability of the insurance company paying all the debt of customer to bank is acknowledged limited capability in a policy rate as burden of customer with the aim for never occurrence misunderstanding while transferring the responsibility. In addition, the insurers should give the time surely by limited when the debt should be repaid to bank. This however may encourage trust that a bank should perform over the insurer (the insurance company) so that any proof of protection as given by the insurer to creditor shall be a guarantee in actual. For completing the problem of disputes on claim of insurance, it is preferable to take the settlement internally perhaps by discussion for having an immediately completion. Dr. Sunarmi, S.H., M.Hum

5 Bookmarks
 · 
1,317 Views