Article

Perlindungan Hak-Hak Tertanggung Dalam Perjanjian Asuransi (Studi Pada Asuransi Takaful Keluarga Medan)

Source: OAI

ABSTRACT 04011736 Lembaga Asuransi merupakan jenis lembaga baru yang belum ada pada awal perkembangan Fiqh Islam, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat di antara para ahli Fiqh, ulama tentang hukum perasuransian. Ada pendapat yang mengharamkan asuransi, karena dikhawatirkan mengandung unsur gharar (ketidekpaatian), maisir (judi) dan riba (bunga uang), ada yang menghalalkan dan ada yang membolehkan terhadap asuransi tertentu, Asuransi Takaful merupakan alternatif terhadap sistem asuransi konvensional yang dikenal selama ini. Dalam hal ini perusahaan Asuransi Takaful menawarkan jasa perlindungan untnk bencana dan malapetaka terhadap diri maupun harta benda peserta (tertanggung). Permasalahan pada tesis ini adalah apakah Asuransi Takaful juga menggunakan prinsip-prinsip asuransi konvensional, bagaimana proses klaim pada Asuransi Takaful dan bagaimana perlindungan hak-hak dari peserta (tertanggung) yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi. Tuiuan penelitian ini adalah untnk mengetahui apakah Asuransi Takaful juga menggunakanprinsip-prinsip konvensional, untnk mengetahui proses klaim pada Asuransi Takaful, dan untnk mengetahi sejauh mana perlindungan hak-hak peserta (tertanggung) yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis sosiologis, Responden/sampel dalarn penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan stndi dokumentasi, wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Asuransi Takaful adalah salah satn asuransi yang masih tnnduk pada Undang-undangNomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. Jadi prinsip-prinsip Asuransi Takaful masih mengacu pada undang-undang tersebut, seperti adanya prinsip indemnitns, prinsip kepentingan yang dapat diasuransikan, prinsip kejnjuran yang sempurna dan prinsip pengalihan hak. Walaupun dalam teorinya sama, namun dalam prakeknya berbeda Asuransi Takaful lebih menekanken kepada rasa tolong-menolong, saling tanggung-menanggung di antara peserta yang terkena musibah. Dan kerjasama antara peserta dan perusahaan didasarkan pada prinsip mudharabah (bagi hasil). Proses klaim pada Asuransi Takaful Keluarga yaitu peserta harus melapor ke bagian klaim 3x24 jam, lalu peserta diberi blanko yang harus diisi lengkap, lain kantor cabang melaporkan klaim ke kantor pusat, kemudian keluarlah Surat Perintah Kerja (SPK), setelah itu dilakukan pembayaran dalamjangka waktn 14 hari kerja Perlindungan hak-hak peserta yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi adalah bahwa peserta tersebut dapat menerima kembali uang yang telah mereka setorkan kepada perusahaan tanpa adanya denda, Peserta tersebut diberi waktu 1 bulan sejak jatuh tempo pembayaraa Bila dalam masa kelonggaran tersebut peserta meninggal dnia, maka pembayaran manfaat takaful akan diberi, dan apabila dalam jangka wsktu yang telah ditetapkan tidak dibayarmaka kemungkinan yang tercantum dalam polisnya adalah sebagai berikut: 1. Polis dianggap batal atanpeserta mengundurkan diri, 2. Diadakan pemulihan polis alan perubahan polis dengan mentaati dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan. Pemulihan polis dapat dilakukan menurut salah satu cara yaitu : 1. Melunasi seluruh premi lanjutan (yang telah jatuh tempo pembayaran). 2. Melunasi seluruh tabarru dari premi lanjutan yang telah jatuh tempo pembayarannya ditambah dengan tabungan jatuh tempo terakhir. Perubahan polis dapat dilakukan alas permintaan tertulis dari peserta dengan ketentuan polis masih dalam keadaan aktif Perubahan dapat meliputi alamat, ahli waris, cara bayar, jumlah premi, masa perjanjian,jenis produk dan perubahan mata uang. Adapun saran dalam penulisan tesis ini adalah 1). Perlu adanya suatu peraturan perundang-undangan yang mengamr masalah asuransi dalam Islam, dengan tujuan untuk lebih meyakinkan masyarakat bahwa asuransi dalam Islam tidak sema dengan asuransi konvensional, sehingga dengan demikian tergeraklah masyarakat unluk ikut menjadi peserta asuransi Islam (Asuransi Takaful). 2). Proses klaim pada setiap produk Asuransi Takaful Keluarga hendaknya dibedakan dalam segi pelaksanaannya, dengan demikian lebih terlihat perbedaannya di masing-masing produk. 3). Perlindungan hak-hak dari peserta yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi agar lebih ditingkatkan lagi, khususnya mengenai jangka waktu jatuh tempo pembayaran 1 (satu) bulan menjadi 3 (tiga) bulan. Insurance is a new institution that is absent in earlier development of Fiqh Islam, so it results in different opinions among experts of Fiqh and religious leaders on insurance. There is an opinion that makes harm the insurance for anxiety of containing element of gharar (uncertainty), maisir (gambling) and riba (money rent), but some allows certain insurance. Insurance Takaful is an alternative against conventional insurance system known so far. In this case Insurance Takaful offers protective service for disasters and calamity on self or properties (insure). The problem of this thesis is whether Insurance Takaful also uses conventional Insurance principles, how is the claim process in Insurance Takaful and how failed to continue the payment of premi. The objective of this research is to know whether Insurance Takaful also applies the conventional principles, to know claim process in Insurance Takaful, and to know extent to which rights protection of insure who fail to continue the payment of premi. This research is analytical descriptive by sociological juridical approach. Respondent/sample n this research is determined by purposive sampling, and data collection is done through documentation study, interview and field observation. The result of research indicated, that Insurance Takaful is an insurance complying with the law Number 2 of 1992 regarding Insurance Business. So principles of Insurance Takaful is still referencing to the law, such as there is indemnity principle, interest principle that can be insured, complete honesty principle and principle of right diversion, Despite the same theory, it is different in practical. Insurance Takaful more emphasizes on mutual assistance, supporting mutually among participants in the case of disaster. And collaboration between participants and organization is based on mudharabah principle (equity). The claim process in Insurance of Family Takaful is that participants must report to claim division 3x24 hours, and participants are given form (blank) to complete, and branch office reports the claim to central office, and then work order sheet (SPK) is issued, and then payment is conducted with in 14 work days. The rights protection for participants who fail to continue the payment of premi is that participants can receive again the money they deposited to organization without any fine. Participant is given a month since due of payment. If within the allowance period that participant dies payment of takaful benefit will apply, and if in determined time there is no payment, the possibility written down on the policy will be as follows: 1. Policy is regarded as cancel and participant is resigned. 2. Policy restoration is made or policy is changed by complying with conditions determined by organization. The restoration of policy can be made according to one of the following methods: 1. To pay easily all continued premi (due of payment). 2. To pay cash all tabarru of continued premi that is due of payment plus last due saving, The change of policy can be made at written request of participant on a condition that policy is still active. The change will include the address, beneficiary, term of payment, number of premi, contract term, type of product and change of currency. The suggestion in this thesis is 1) there must be a legal regulation to regulate the Insurance problem in Moslem, by a purpose to increase the confidence of peoples that Insurance in Moslem is not same to conventional Insurance, thus people will be encouraged to be participant of Moslem Insurance (Insurance Takaful). 2) The claim process in each product of Family Insurance Takaful will be distinguished in perspective of implementation, thus the difference of each product will be more noticeable, 3) Right protection for participants who failed to continue the payment of premi to be increased, particularly about the due term of payment from one month to three months. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum

3 Bookmarks
 · 
659 Views