Article

Konsep Nusyuz Suami Dalam Perspektif Hukum Perkawinan Islam

Source: OAI

ABSTRACT 10E00026 Perkawinan merupakan salah satu perintah agama kepada yang mampu untuk segera melaksanakannya sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Hadits. Perkawinan dalam Islam tidak semata-mata hanya sebagai hubungan antara suami dan isteri, akan tetapi lebih dari itu agama Islam memandang perkawinan merupakan suatu perbuatan yang mempunyai nilai ibadah karena setiap tindakan yang dilakukan masing-masing pasangan ketika menunaikan hak dan kewajibannya dalam suatu perkawinan adalah perbuatan yang bernilai kebaikan dan keburukan. Hak dan kewajiban masing-masing suami isteri telah ditegaskan dalam Al Qur’an dan Hadits yang kemudian dikhususkan pembahasannya dalam Fikih Munakahat dan telah diatur dalam Kompilasi Hukum Islam. Pengaturan hak dan kewajiban suami isteri sedemikian rupa ditujukan agar suami isteri dapat menegakkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi basis utama bagi bangunan suatu masyarakat. Akan tetapi, hak dan kewajiban suami atau isteri itu terkadang tidak dilakukan sebagaimanamestinya yang dalam konteks ajaran Islam dikenal dengan istilah nusyuz. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu bertujuan untuk menggambarkan secara lengkap tentang keadaan, karakteristik dari fakta-fakta (individu, kelompok atau keadaan) sehingga diperoleh gambaran tentang keadaan yang sebenarnya (data-data faktual) yang berhubungan dengan konsep nusyuz suami dalam perspektif hukum perkawinan Islam dikaitkan dengan peraturan/ketentuan perkawinan yang berlaku. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa konsep nusyuz yang terdapat dalam Q.S an Nisa : 34 dan 128 serta beberapa Hadits yang dikenal dalam hukum perkawinan Islam pada dasarnya adalah tidak melaksanakan atau sikap meninggalkan hak dan kewajiban dalam berumah tangga baik yang dilakukan oleh suami atau isteri. Konsep nusyuz suami dalam perspektif hukum perkawinan Islam berimplikasi terhadap pelanggaran shighat taklik talak yang dilakukan oleh suami terhadap isteri yang merupakan ikrar suami terhadap isteri yang ditujukan guna melindungi hak isteri dari tindakan kesewenang-wenangan suami sebagai pemimpin dalam keluarga yang pada saat ini cenderung dikenal dengan sebutan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dapat menyebabkan putusnya perkawinan. Konsep nusyuz suami yang berimplikasi kepada permohonan cerai gugat dari isteri kepada suami melalui Pengadilan Agama, berdasarkan penelitian yang dilakukan frekuensinya meningkat tiap tahun dan dalam pertimbangan hakim pada putusannya diuraikan dengan tindakan-tindakan suami yang tidak melakukan hak dan kewajibannya sebagaimanamestinya terhadap isteri dalam rumah tangga. Marriage is one of the Allah’s commandements in Al Qur’an and Hadits to those who have been able to do it. In Islam, marriage is not a mere relationship beween husband and wife but more than that. According to Islamic law, marriage is an act containing religious values because any action taken by either husband or wife when carrying out their rights and responsibilities in their marriage is a deed with either good or poor values. The respective rights and responsibilities of husband and wife have been strictly stated in Al Qur’an and Hadits and then are especially discussed in Fikih Munakahat and regulated in Islamic Law Compilation Such regulation of right and responsibility of husband and wife is for the husband and wife to be able to marriage a sakinah, mawaddah, and warahmah family that becomes the main basis for a society construction. Yet. the right and responsibility of husband and wife is not properly implemented which in the context of Islam, is known as nusyuz. The purpose of this descriptive study is to completely describe the condition and the characteristics of the facts (individual, group, or condition) to obtain the real description (factual data) of the concept the husband’s nusyuz in the perspective of Islamic marriage related to the existing marriage regulations. Based on the study on the concept of nusyuz found in Q.S an Nisa: 34 and 128 and several Hadits known in the Islamic marriage law, basicly nusyuz is that either the husband or the wife does not do or ignore their rights and responsibilities in their marriage life. The concept of nusyuz done by the husband in the perspective of Islamic marriage law is that the husband breaks the shighat or the vow he said to protect the right of his wife from the cruel action that he, as the head of family, may do to his wife that can result in a divorce. The result of this study shows that the frequency of husband’s nusyuz-based divorces claimed by the wife through the religious (Islamic) court increases every year. In their decision, the judges explained the actions done by the husband who did not properly do his right and responsibility to his wife. Prof. H. M. Hasballah Thaib, MA, PhD; Prof. H. T. Syamsul Bahri, SH; Dr. H. Ramlan Yusuf Rangkuti, MA

0 0
 · 
13 Bookmarks
 · 
2,709 Views